Iran Tetap Kirim Delegasi ke Swiss di Tengah Ketegangan Selat Hormuz, Negosiasi dengan AS Hadapi Ujian Berat

Kabarindo24jam.com | Middle East – Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa delegasinya tetap berangkat ke Swiss untuk melanjutkan pembahasan implementasi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Amerika Serikat,

meskipun situasi regional kembali memanas menyusul pengumuman penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa tujuan utama kunjungan tersebut adalah menuntut pelaksanaan komitmen yang telah disepakati oleh pihak lain dalam kerangka perjanjian sementara yang dicapai sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan final hanya dapat berjalan apabila seluruh kewajiban yang telah disepakati benar-benar dijalankan.

Pernyataan tersebut muncul beberapa saat setelah otoritas Iran mengumumkan kembali penutupan Selat Hormuz.

Teheran menilai perkembangan konflik yang melibatkan Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon telah mengganggu implementasi kesepahaman yang sebelumnya menjadi dasar pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Meski demikian, Iran tetap mengirim delegasi tingkat tinggi ke Swiss.Beberapa laporan menyebut delegasi tersebut dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, serta melibatkan pejabat ekonomi dan energi.

Teknis pertemuan dengan perwakilan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Bürgenstock, Swiss, dengan dukungan mediasi dari Pakistan dan Qatar.

Di pihak Amerika Serikat, sejumlah negosiator telah berada di Swiss untuk mempersiapkan pembahasan teknis. Wakil Presiden AS JD Vance juga menyatakan kemungkinan akan bergabung dalam proses perundingan dalam beberapa hari mendatang.

Situasi semakin kompleks karena pertempuran di Lebanon masih berlangsung. Serangan udara Israel dan aksi balasan yang melibatkan Hizbullah dilaporkan terus terjadi meskipun berbagai upaya gencatan senjata sedang diupayakan.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang dinilai menghambat kemajuan negosiasi antara Washington dan Teheran.
Sementara itu, muncul laporan yang menyebut proses negosiasi berada dalam posisi yang sangat rapuh.

Beberapa agenda pembicaraan yang semula dijadwalkan pada Jumat sebelumnya sempat ditunda karena ketidakpastian mengenai implementasi komitmen kedua belah pihak.

Hingga Sabtu, Swiss menegaskan bahwa jalur komunikasi dan pembahasan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlanjut.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *