Kapal M/V MARIAM M Dilaporkan Diserang UAV di Delta Danube, Satu Kapten Tewas

Kabarindo24jam.com | Delta Danube, Ukrania – Kapal kargo M/V MARIAM M dilaporkan mengalami serangan kendaraan udara tak berawak (UAV) di kawasan Delta Danube, Ukraina, pada Kamis, 17 September 2026. Insiden tersebut dilaporkan terjadi ketika kapal berada di jalur pelayaran menuju kawasan pelabuhan Danube dan kemudian dikaitkan dengan serangan UAV yang oleh otoritas Ukraina disebut berasal dari Rusia.

Informasi mengenai insiden tersebut disampaikan melalui keterangan yang dikaitkan dengan otoritas Ukraina. Dalam laporan awal yang tersedia hingga 18 September 2026, seorang kapten kapal dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga awak mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

MARIAM M diketahui merupakan kapal general cargo dengan nomor IMO 9167667. Data pelayaran yang tersedia mencatat kapal tersebut berbendera Tanzania. Sejumlah sumber maritim mengaitkan kapal dengan perusahaan pelayaran yang berbasis di Turki, sehingga penyebutan yang lebih tepat dalam pemberitaan adalah kapal berbendera Tanzania yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan Turki.

Kapal tersebut dilaporkan tengah dalam perjalanan menuju Galați, Rumania. Sejumlah data pelacakan kapal juga menunjukkan Galați sebagai tujuan pelayaran. Namun, rangkaian perjalanan lengkap dari Latakia, Suriah, menuju Galați belum seluruhnya didukung dokumen primer yang dapat diverifikasi secara terbuka.

Lokasi insiden disebut berada di kawasan Delta Danube dan dikaitkan dengan jalur Bystroe/Bystre di wilayah Ukraina. Kawasan tersebut berada dekat perbatasan Rumania. Otoritas Ukraina mengaitkan serangan tersebut dengan UAV Rusia. Dalam pemberitaan yang tersedia, atribusi tersebut merupakan keterangan dari pihak Ukraina.

Hingga 18 September, belum terdapat bukti investigasi teknis independen yang tersedia untuk publik yang dapat memastikan secara mandiri jenis UAV, asal penerbangan, maupun pelaku serangan. Informasi mengenai jumlah korban juga masih menunjukkan perbedaan. Versi yang dikaitkan dengan pihak Ukraina menyebut satu kapten tewas dan tiga awak terluka.

Sementara sejumlah sumber Turki melaporkan angka berbeda, yakni kapten dan seorang pilot atau pandu pelabuhan meninggal serta 13 orang mengalami luka. Perbedaan tersebut membuat angka dua korban meninggal dan 13 orang terluka belum dapat diperlakukan sebagai angka final.

Status pilot pelabuhan yang disebut meninggal juga belum memperoleh konfirmasi silang yang cukup kuat dari sumber resmi Ukraina, Rumania, dan Turki yang tersedia hingga 18 September. Laporan mengenai kerusakan dan kebakaran pada bagian kapal juga beredar setelah insiden. Namun, tingkat kerusakan akhir, penyebab pasti kebakaran, serta kondisi operasional MARIAM M belum didukung laporan investigasi teknis lengkap yang tersedia untuk publik.

Tidak ada dasar yang cukup dalam verifikasi hingga 18 September untuk menyatakan bahwa MARIAM M tenggelam. Demikian pula, belum terdapat dasar yang memadai untuk menyimpulkan bahwa seluruh jalur pelayaran Danube ditutup akibat insiden tersebut. Otoritas Ukraina mengaitkan serangan itu dengan Rusia dan melaporkan satu kapten meninggal serta tiga awak terluka, sementara informasi mengenai jumlah korban dari sumber Turki masih berbeda dan menunggu konfirmasi lebih lanjut.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *