Kapal Nelayan China Tolak Pergi dari Perairan Dongsha, Taiwan Kerahkan Meriam Air dan Berikan 35 Porsi Makanan

Kabarindo24jam.com | TAIPEI – Penjaga Pantai Taiwan menggunakan meriam air untuk mengusir sebuah kapal nelayan China yang menolak meninggalkan perairan terbatas di sekitar Pulau Dongsha, Laut China Selatan, Kamis (1/10/2026). Operasi tersebut kemudian berlanjut menjadi misi pengamanan dan bantuan kemanusiaan setelah kapal Jin Sha mengalami kehilangan tenaga ketika berusaha meninggalkan kawasan tersebut. Penjaga Pantai Taiwan menyatakan seluruh awak kapal dalam kondisi selamat dan kemudian memberikan 35 porsi makanan panas atas permintaan awak sebelum membantu menarik kapal keluar dari perairan terbatas.

Informasi tersebut disampaikan Taiwan Coast Guard Administration (CGA) dalam keterangan resmi yang dikutip Central News Agency (CNA), Jumat (2/10). Menurut CGA, sekitar pukul 11.00 waktu setempat pada Kamis, Pos Komando Dongsha-Nansha mendeteksi sebuah target tidak dikenal sekitar 15,5 mil laut (28,7 kilometer) di timur laut Pulau Dongsha.

Bacaan Lainnya

Kapal patroli Yunlin, berbobot sekitar 4.000 ton, kemudian dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan.
Sekitar pukul 15.00, Yunlin menemukan dua kapal nelayan China, yakni Yue Hui Dong Yu 75066 dan Jin Sha, sekitar 27 mil laut (50 kilometer) di sebelah timur Dongsha.

CGA menyebut kedua kapal melakukan aktivitas penangkapan ikan dan berlabuh di wilayah yang menurut otoritas Taiwan merupakan restricted waters. Petugas kemudian memberikan perintah agar kedua kapal meninggalkan kawasan tersebut.

Kapal Yue Hui Dong Yu 75066 mematuhi perintah, mengangkat jangkar dan meninggalkan lokasi.
Sebaliknya, Jin Sha tetap berada di tempat. Setelah tiga kali peringatan melalui radio tidak membuahkan hasil, kapal Yunlin menggunakan meriam air sebagai bagian dari prosedur pengusiran. Pada tahap pertama, semprotan air diarahkan ke udara selama sekitar 30 detik dari jarak sekitar 200 meter.

Karena tidak efektif, Yunlin kemudian mendekat dan menyemprotkan air ke arah anjungan/ruang kemudi Jin Sha selama sekitar 90 detik. CGA menyatakan penggunaan perangkat tersebut mengikuti prosedur operasi standar untuk penggunaan senjata berdaya rusak rendah.

Petugas juga disebut menghindari awak yang berada di geladak.
Setelah itu, Jin Sha mengangkat jangkar dan mulai bergerak meninggalkan kawasan.
Kapal kehilangan tenaga
Dalam perjalanan meninggalkan lokasi, Jin Sha kehilangan tenaga.
Yunlin kemudian tetap berada di sekitar kapal tersebut dan mengerahkan perahu kecil untuk memeriksa kondisi awak.

CGA menyatakan seluruh awak Jin Sha ditemukan dalam keadaan selamat. Tidak ada laporan mengenai korban akibat penggunaan meriam air tersebut. Karena kapal mengalami masalah, operasi kemudian beralih dari pengusiran menjadi pengamanan dan bantuan.

Sekitar pukul 20.00, atas permintaan awak Jin Sha, petugas Taiwan menggunakan perahu kecil untuk mengirimkan 35 porsi makanan panas kepada mereka.
Kapal ditarik keluar dari kawasan terbatas. Setelah bantuan makanan diberikan, Yunlin memulai operasi penarikan Jin Sha. Sebuah kapal patroli Taiwan lainnya, PP-10032, turut memberikan pengawalan.
Sekitar pukul 23.00 pada 1 Oktober, Jin Sha berhasil ditarik hingga berada di luar wilayah restricted waters.

Penjaga Pantai Taiwan kemudian tetap melakukan pengawasan sambil menunggu kapal bantuan yang telah dihubungi oleh awak Jin Sha.
Pada 2 Oktober sekitar pukul 06.15, Jin Sha akhirnya diserahkan kepada kapal kerja berbendera China Hai Yang Shi You 681, yang mengambil alih proses penarikan kapal tersebut.

Dongsha, yang juga dikenal sebagai Pratas Islands, berada sekitar 450 kilometer di barat daya Kaohsiung dan merupakan salah satu gugusan pulau yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan.

Taiwan membedakan wilayah perairannya menjadi antara lain prohibited waters dan restricted waters. Menurut CGA, prohibited waters merujuk pada perairan teritorial, sedangkan restricted waters merupakan zona yang berada di luar laut teritorial dan digunakan untuk memperkuat kapasitas penegakan hukum maritim.

Di sekitar Dongsha, batas kedua zona tersebut dapat diperhitungkan dari terumbu atau fitur geografis di sekitar pulau sehingga jaraknya dapat berbeda dari patokan umum 12 dan 24 mil laut.

Taiwan menyatakan sekitar 300 personel Penjaga Pantai ditempatkan di Dongsha. Gugusan tersebut juga memiliki arti penting bagi pengawasan maritim dan perlindungan ekosistem laut di kawasan Laut China Selatan.

Taiwan dorong pencegahan aktivitas penangkapan ikan Dalam keterangannya, CGA menyatakan akan terus melakukan pengusiran terhadap kapal nelayan China yang menurut otoritas Taiwan memasuki wilayah yang berada di bawah yurisdiksi dan pengawasan Taiwan.

CGA juga meminta otoritas China mencegah kapal nelayannya melakukan aktivitas penangkapan ikan di kawasan tersebut.
Pada saat yang sama, insiden Jin Sha menunjukkan bahwa operasi penegakan aturan maritim dapat berlanjut menjadi bantuan keselamatan ketika kapal mengalami masalah teknis.

Dalam kasus ini, tidak ada laporan korban jiwa. Setelah kapal kehilangan tenaga, Penjaga Pantai Taiwan melakukan pemeriksaan terhadap awak, memberikan makanan, mengawal proses penarikan, hingga menyerahkan kapal kepada kapal kerja China pada Jumat pagi.
Peristiwa tersebut berlangsung di tengah dinamika penegakan aturan maritim di sekitar Dongsha, salah satu kawasan yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *