Minggu, 17 Oktober 2021

KPK Didesak Dalami Dugaan Keterlibatan Gubernur DKI dalam Kasus Lahan Rumah DP 0

JAKARTA — Berbagai kalangan terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendalami keterlibatan atau memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan perumahan DP 0 persen di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Desakan pun kian menguat lantaran Anies Baswedan merupakan atasan langsung Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya (PPSJ) Yoory Corneles Pinontoa yang saat ini telah menjadi tersangka utama dalam kasus yang ditengarai merugikan negara puluhan miliar Rupiah.

Menanggapi hal tersebut, pihak KPK menyebutkan jika penyidik membutuhkan keterangan Gubernur Anies Baswedan, tentu akan diminta keterangannya. “Tetapi pemanggilan seorang saksi terkait penyelesaian suatu perkara tentu dilakukan jika ada kebutuhan penyidikan,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan persnya, Sabtu (29/5/2021).

Orang-orang yang dipanggil sebagai saksi, kata Ali, merupakan pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut. Pemeriksaan terhadap mereka dilakukan agar dugaan perbuatan korupsi yang dilakukan para tersangka menjadi lebih jelas

“Mereka adalah pihak-pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tsersebut sehingga menjadi lebih terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini,” jelas Ali seraya menambahkan proses penyidikan perkara tersebut tengah berjalan.

Penyidik KPK, ungkap Ali, kini sedang mengumpulkan bukti-bukti, baik berupa keterangan samsi atauoun bukti lainnya. “Berikutnya, mengenai pihak yang akan kami panggil sebagai saksi akan kami informasikan lebih lanjut,” kata Ali.

Sebagai informasi, penyidik KPK juga telah memeriksa beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara ini seperti, PT Adonara Propertindo, Gedung Sarana Jaya, serta rumah beberapa orang yang diduga terlibat.

Baca Juga :  PPATK Dukung Kerja Penyidik Kejagung Sita Harta Tersangka Kasus Korupsi Asabri

Secara terpisah, mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyoroti bahwa tersangka baru kasus pengadaan lahan rumah diumumkan setelah adik dari Gubernur Anies, yakni Novel Baswedan, tak lagi memegang kasus di KPK.

“Setelah penyidik Novel Baswedan tak lagi megang kasus di KPK, barulah tersangka kasus Rumah DP 0% ini diumumkan,” kata Ferdinand seperti dikutip dari akun Twitter-nya, Minggu (30/5/2021).

Menurut Ferdinand, hal ini merupakan bukti bahwa Novel sebagai penyidik KPK memiliki konflik kepentingan dengan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, terutama dalam kasus lahan DP 0 persen.

“Fakta ini semakin menguatkan dugaan-dugaan yang selama ini beredar ditl tengah publik bahwa Novel Baswedan konflik interest dengan Gubernur DKI Anies Baswedan,” kata Ferdinand yang kini aktif menjadi sosial media.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada tanggal 24 Februari 2021 dengan menetapkan 4 tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron.

Adapun nama-nama yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni YRC, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, AR, Wakil direktur PT AP, TA, Direktur PT AP dan Korporasi PT AP. (***/Husni)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Terpilih Lagi Jadi Ketua DPW PPP Jabar, Ade Yasin Target Banyak Kursi di Pemilu 2024

BNNP Bengkulu Gagalkan Penyelundupan 6 Karung Ganja

BENGKULU -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu sukses gagalkan upaya  penyelundupan ganja sebanyak 6 karung yang terdiri dari 5 karung berisi 25...

KPK Kembali Operasi Tangkap Tangan, Kali Ini Bupati di Wilayah Sumatera Selatan

JAKARTA – Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin-Sumatera Selatan, pada Jumat (15/10/2021) malam....

Bos Akun Youtube ‘Aktual TV’ Raup Miliaran Rupiah dari Konten Hoaks, Dibekuk Polisi

JAKARTA -- Polda Metro Jaya melalui Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Direktur BSTV Bondowoso, Arief Zainurrohman  (AZ), sebagai tersangka postingan diduga hoaks dan berbau Suku, Agama dan...

Bukan Jabatan Ketua, Serunya Berebut Sekretaris DPC di Muscab PPP Kabupaten Bogor

BOGOR -- Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Bogor menetapkan sejumlah keputusan strategis dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX di Puncak,...

Pemimpin NU Harus Berani Lawan Intoleransi dan Radikalisme di Tanah Air

KEDIRI -- Para ulama atau kiai sepuh ternyata menginginkan agar figur yang nanti menjadi ketua umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) adalah pemimpin yang berani...
- Advertisement -

Related news

Tuntaskan Masalah Pertanahan, Kabupaten Bogor Bentuk Gugus Tugas Reforma Agraria

BOGOR -- Guna menyelesaikan permasalahan pertanahan di Bumi Tegar Beriman yang kerap terjadi dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor...

BNNP Bengkulu Gagalkan Penyelundupan 6 Karung Ganja

BENGKULU -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu sukses gagalkan upaya  penyelundupan ganja sebanyak 6 karung yang terdiri dari 5 karung berisi 25...

KPK Kembali Operasi Tangkap Tangan, Kali Ini Bupati di Wilayah Sumatera Selatan

JAKARTA – Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin-Sumatera Selatan, pada Jumat (15/10/2021) malam....

Arus Bawah Ingin Usep Supratman Jabat Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor

BOGOR -- Meski pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor berjalan kondusif dan sukses menelurkan sejumlah keputusan penting,...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here