Jumat, 18 Juni 2021

Dalam diri Jokowi tidak mengenal kata Santai

KabarIndo24jam. Sungguh kalimat di atas adalah benar memang adanya, tanpa melebih lebihkan  bahwasanya hasil kerja dari pemerintah sudah banyak kelihatan dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagaimana tidak, dalam beberapa tahun terakhir, program proritas kerja pemerintahan jokowi sudah mulai berwujud, yang antara lain dari pembangunan infrastruktur. Mulai dari infrastruktur jalan tol, bandara, bendungan, pelabuhan,  penambahan ruas jalan, perombakan bangunan di perbatasan negara tetangga, dan tentunya masih banyak lagi lho. Belum lagi yang menyangkut birokrasi, Presiden telah berhasil memangkas birokrasi yang tadinya tumpang tindih menjadi lebih ramping, yang tadinya  lambat menjadi cepat, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam setiap pengurusan  dokumen maupun yang berhubungan dengan perizinan. Ya, Presiden Jokowi memang menerapkan pola kerja lebih cepat dari pemimpin sebelumnya, sehingga target pembangunan bisa selesai sesuai dengan harapan dan Pemerintah bisa pindah ke program kerja prioritas lain dan dikerjakan lagi di daerah lain. Jadi memang cepat sekali. Sebagai Presiden RI  “Kerja, Kerja, Kerja” telah menjadi slogan yang sangat menakjubkan. Sehingga menjadi sebuah semangat baru bagi Pemerintah dan jajaran untuk kerja lebih fokus lagi, sehingga masing-masing jajaran dapat menyelesaikan target kerja yang sudah menjadi skala prioritas Pemerintah saat ini. Di masa pemerintah Jokowi Jusuf Kalla Periode 2014-2019, dinilai berhasil menyelesaikan sejumlah target pembangunan selama kurun waktu 5 tahun. Kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran, menjadi salah satu faktor yang membaik di Pemerintah Jokowi Jilid 1. Hal ini ditunjukkan oleh Indikator rasio dari masing-masing elemen. Jokowi dinilai berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 11,3 persen menjadi 9,4 persen. Rasio yang menunjukkan tingkat ketimpangan pun membaik dari angka semula yang mendekati 0,046 menjadi 0,382, dan tingkat pengangguran terbuka yang tadinya di angka 5,7 persen menjadi 5,0 persen. Dan yang lebih membanggakan, ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah Indonesia merdeka, Pemerintahan Jokowi jilid 1 telah berhasil menurunkan kemiskinan menjadi single digit. Disamping itu, Jokowi juga mereformasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memangkas belanja subsidi yang dialihkan ke anggaran produktif belanja modal. Salah satu reformasi tersebut adalah peningkatan anggaran belanja infrastruktur. Pada tahun 2015, Angka belanja infrastruktur APBN mencapai Rp. 256,1 triliun, dan pada periode 2019 pos tersebut mendapatkan anggaran sebesar 415 triliun atau naik sebesar 62 persen dibandingkan tahun 2015. Berdasarkan hasil monitoring terhadap 223 proyek dan 3 program yang terdaftar dalam Proyek Strategis Nasional ( PSN ), pada tahun 2018 sebanyak 32 proyek dinyatakan telah selesai, dan hinga semester 1-2019  sebanyak 16 proyek tambahan juga dinyatakan selesai. Dan itu artinya pada tahun 2019 sudah ada 48 proyek yang juga dinyatakan selesai. Dari 16 proyek yang dinyatakan selesai pada periode januari-juni tahun 2019, terdapat 11 proyek yang telah mencapai penyelesaian konstruksi dan terdapat 5 proyek yang disesuaikan statusnya (Menjadi selesai) berdasarkan kriteria status penyelesaian proyek. Sebanyak 11 proyek khusus yang di nyatakan selesai kontruksinya meliputi:

  1. Proyek jalan tol,
  2. Proyek Palapa Ring
  3. Proyek kawasan Otonomi khusus
  4. Proyek Bandara
  5. Proyek Bendungan
  6. Proyek pembangunan Smelter
  7. DLL
Baca Juga :  Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

Sebelas proyek tersebut memiliki nilai Investasi sebesar Rp 56,3 triliun( Proyek palapa ring tidak diikut sertakan karena menunggu konfirmasi lebih lanjut). Jika disertakan tentu nilainya akan lebih besar – Sumber CNBC Indonesia. Jokowi menegaskan, Sesakit apapun  bangsa Indonesia, pembangunan harus tetap dilanjutkan. Karena pembangunan adalah pondasi kemajuan bangsa. Dia ingin pembangunan cepat selesai dan bermanfaat buat masyarakat. Jokowi juga menegaskan bahwa infrastruktur yang telah dibangun bisa disambungkan di kawasan-kawasan Industri, kawasan pertanian sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan jalur distribusi sehingga menekan pembiayaan pengiriman. Pada periode keduanya, Jokowi masih tetap fokus mendorong proyek Infrastruktur. Misalnya saja, Peresmian Moda Raya Transportasi ( MRT ), sangat di harapkan dengan adanya moda raya transportasi, masyarakat diharapkan dapat menikmati kemudahan transportasi masal. Untuk bisa melihat hasil kerja pemerintah secara lebih lengkapnya, mengenai hasilnya, mengenai konstruksinya, mengenai moda transportasi dan program kerja pemerintah yang sudah tercapai. Banyak kok info terupdate yang diliput oleh media dan disiarkan juga di beragam televisi swasta. Jadi sebagai masyarakat yang cerdas harus fair menilai, dan memberikan apresiasi atas semua capaian dari pemerintah saat ini.

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Hendropriyono Merasa Terhina atas Pemberitaan Dirinya Melobi Presiden untuk Menantunya

JAKARTA -- Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono atau sering disebut A.M. Hendropriyono merasa geram dan terhina atas...

Selenggarakan Rapimnas Ilegal, Sekjen Seknas Jokowi Dipecat Pengurus Wilayah

JAKARTA -- Sekretaris Jendral (Sekjen) demisioner DPN Seknas Jokowi Dedy Mawardi menggelar Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas, namun hal itu ditolak oleh Pengurus Dewan Pimpinan...

Rizieq Shihab Menuding Kerja Intelijen, Diaz Hendropriyono Tertawa Geli

JAKARTA -  Nama staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) bidang Intelijen yang juga elit Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mendadak ngetop lagi....
- Advertisement -

Related news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...
- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here