Rabu, 29 September 2021

Dalam diri Jokowi tidak mengenal kata Santai

KabarIndo24jam. Sungguh kalimat di atas adalah benar memang adanya, tanpa melebih lebihkan  bahwasanya hasil kerja dari pemerintah sudah banyak kelihatan dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagaimana tidak, dalam beberapa tahun terakhir, program proritas kerja pemerintahan jokowi sudah mulai berwujud, yang antara lain dari pembangunan infrastruktur. Mulai dari infrastruktur jalan tol, bandara, bendungan, pelabuhan,  penambahan ruas jalan, perombakan bangunan di perbatasan negara tetangga, dan tentunya masih banyak lagi lho. Belum lagi yang menyangkut birokrasi, Presiden telah berhasil memangkas birokrasi yang tadinya tumpang tindih menjadi lebih ramping, yang tadinya  lambat menjadi cepat, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam setiap pengurusan  dokumen maupun yang berhubungan dengan perizinan. Ya, Presiden Jokowi memang menerapkan pola kerja lebih cepat dari pemimpin sebelumnya, sehingga target pembangunan bisa selesai sesuai dengan harapan dan Pemerintah bisa pindah ke program kerja prioritas lain dan dikerjakan lagi di daerah lain. Jadi memang cepat sekali. Sebagai Presiden RI  “Kerja, Kerja, Kerja” telah menjadi slogan yang sangat menakjubkan. Sehingga menjadi sebuah semangat baru bagi Pemerintah dan jajaran untuk kerja lebih fokus lagi, sehingga masing-masing jajaran dapat menyelesaikan target kerja yang sudah menjadi skala prioritas Pemerintah saat ini. Di masa pemerintah Jokowi Jusuf Kalla Periode 2014-2019, dinilai berhasil menyelesaikan sejumlah target pembangunan selama kurun waktu 5 tahun. Kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran, menjadi salah satu faktor yang membaik di Pemerintah Jokowi Jilid 1. Hal ini ditunjukkan oleh Indikator rasio dari masing-masing elemen. Jokowi dinilai berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 11,3 persen menjadi 9,4 persen. Rasio yang menunjukkan tingkat ketimpangan pun membaik dari angka semula yang mendekati 0,046 menjadi 0,382, dan tingkat pengangguran terbuka yang tadinya di angka 5,7 persen menjadi 5,0 persen. Dan yang lebih membanggakan, ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah Indonesia merdeka, Pemerintahan Jokowi jilid 1 telah berhasil menurunkan kemiskinan menjadi single digit. Disamping itu, Jokowi juga mereformasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memangkas belanja subsidi yang dialihkan ke anggaran produktif belanja modal. Salah satu reformasi tersebut adalah peningkatan anggaran belanja infrastruktur. Pada tahun 2015, Angka belanja infrastruktur APBN mencapai Rp. 256,1 triliun, dan pada periode 2019 pos tersebut mendapatkan anggaran sebesar 415 triliun atau naik sebesar 62 persen dibandingkan tahun 2015. Berdasarkan hasil monitoring terhadap 223 proyek dan 3 program yang terdaftar dalam Proyek Strategis Nasional ( PSN ), pada tahun 2018 sebanyak 32 proyek dinyatakan telah selesai, dan hinga semester 1-2019  sebanyak 16 proyek tambahan juga dinyatakan selesai. Dan itu artinya pada tahun 2019 sudah ada 48 proyek yang juga dinyatakan selesai. Dari 16 proyek yang dinyatakan selesai pada periode januari-juni tahun 2019, terdapat 11 proyek yang telah mencapai penyelesaian konstruksi dan terdapat 5 proyek yang disesuaikan statusnya (Menjadi selesai) berdasarkan kriteria status penyelesaian proyek. Sebanyak 11 proyek khusus yang di nyatakan selesai kontruksinya meliputi:

  1. Proyek jalan tol,
  2. Proyek Palapa Ring
  3. Proyek kawasan Otonomi khusus
  4. Proyek Bandara
  5. Proyek Bendungan
  6. Proyek pembangunan Smelter
  7. DLL
Baca Juga :  Ambang Batas Calon Presiden 10 Persen Dinilai Ideal 

Sebelas proyek tersebut memiliki nilai Investasi sebesar Rp 56,3 triliun( Proyek palapa ring tidak diikut sertakan karena menunggu konfirmasi lebih lanjut). Jika disertakan tentu nilainya akan lebih besar – Sumber CNBC Indonesia. Jokowi menegaskan, Sesakit apapun  bangsa Indonesia, pembangunan harus tetap dilanjutkan. Karena pembangunan adalah pondasi kemajuan bangsa. Dia ingin pembangunan cepat selesai dan bermanfaat buat masyarakat. Jokowi juga menegaskan bahwa infrastruktur yang telah dibangun bisa disambungkan di kawasan-kawasan Industri, kawasan pertanian sehingga masyarakat mendapatkan kemudahan jalur distribusi sehingga menekan pembiayaan pengiriman. Pada periode keduanya, Jokowi masih tetap fokus mendorong proyek Infrastruktur. Misalnya saja, Peresmian Moda Raya Transportasi ( MRT ), sangat di harapkan dengan adanya moda raya transportasi, masyarakat diharapkan dapat menikmati kemudahan transportasi masal. Untuk bisa melihat hasil kerja pemerintah secara lebih lengkapnya, mengenai hasilnya, mengenai konstruksinya, mengenai moda transportasi dan program kerja pemerintah yang sudah tercapai. Banyak kok info terupdate yang diliput oleh media dan disiarkan juga di beragam televisi swasta. Jadi sebagai masyarakat yang cerdas harus fair menilai, dan memberikan apresiasi atas semua capaian dari pemerintah saat ini.

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Suharso Monoarfa Bentuk Kabinet Pemenangan PPP di Pemilihan Umum 2024

Aziz Tahu Diri Setelah Ditahan KPK, Jabatan Wakil Ketua DPR Dilepas

JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, akhirnya tahu diri setelah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke balik jeruji tahanan KPK pada Jumat (24/9/2021)....

2024 Lolos ke DPR, PKP Jadi Representasi Suara TNI – Polri

JAKARTA -- Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Mayjend Marinir Purn Yussuf Solichien mengatakan partainya akan terus selalu memperjuangkan aspirasi TNI-Polri. Salah satunya, jika...

Elite PDIP Ancam Berikan Sanksi, Relawan Ganjar Mengecam

BENGKULU -- Merebaknya kabar di media massa tentang DPP PDI Perjuangan akan memberikan sanksi kepada salah satu kader terbaiknya, Ganjar Pranowo, terkait isu sebagai...

Diduga Terima Suap Rp 250 Juta, KPK Jadikan Bupati Kolaka Timur Tersangka

JAKARTA - Terciduk dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu dini hari (22/9/2021), Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan anak...

Ketua DPR Redam Spekulasi Soal Panglima TNI, Pilihan Presiden Pasti yang Terbaik

JAKARTA -- Beberapa pekan terakhir ini beredar berbagai spekulasi dan analisa politik soal figur atau perwira tinggi bintang empat pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto...
- Advertisement -

Related news

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM - Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya...

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya...

Jadi Idaman Kaum Pria, Anya Merasa Terbebani

Anya Geraldine, sosok artis yang dikenal memiliki penampilan aduhai, ia menjadi salah satu selebritis idaman kaum pria. Namun siapa sangka, jika ternyata pesona atau...

Dinilai Tak Ilmiah, Panglima TNI Tolak Berpolemik Terkait ‘Ocehan’ Gatot Nurmantyo

JAKARTA -- Ocehan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo tentang hilangnya patung tiga tokoh militer di Museum Kostrad TNI AD sebagai indikasi pendukung PKI...
- Advertisement -

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here