Pemerintah Kerahkan 69.190 Personel, 440,59 Hektare Karhutla Dipadamkan Pada 12 Oktober 2026

Kabarindo24jam.com | Jakarta, 14 Oktober 2026 – Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas dengan mengerahkan 69.190 personel. Pada Senin (12/10), gabungan Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Satgas Udara telah berhasil memadamkan 440,59 hektare lahan yang terbakar.

Berdasarkan data kondisi karhutla, saat ini tercatat 230 hotspot level tinggi dan 166 firespot di enam provinsi prioritas. Dari target luas area penanganan sekitar 1.079,82 hektare, sekitar 639,27 hektare masih belum padam sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan karhutla di lapangan terus dipercepat dan diprioritaskan untuk menjangkau area yang masih terbakar. Dalam rapat terbatas (ratas) penanganan karhutla pada Senin (12/10), Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebutuhan Satgas dalam upaya pemadaman karhutla menjadi prioritas pemerintah untuk dipenuhi.

“Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan, ya. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini. Dan kita harus mencegah ke depan,” kata Prabowo, dikutip pada Rabu (14/10).

Meskipun jumlah hotspot dan firespot mengalami penurunan dibandingkan laporan sebelumnya, luas area yang belum padam masih menunjukkan perlunya percepatan penanganan.

Satgas Darat di antaranya melaksanakan pemeriksaan langsung (ground check) terhadap hotspot dan firespot di enam provinsi prioritas.

Personel yang dikerahkan terdiri atas 14.458 personel di Kalimantan Barat, 13.699 personel di Kalimantan Tengah, 7.927 personel di Kalimantan Selatan, 12.285 personel di Sumatera Selatan, 14.837 personel di Riau, dan 5.984 personel di Jambi.

Di sisi lain, Satgas Udara mengerahkan 16 unit pesawat Casa untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC), serta 34 helikopter untuk operasi water bombing. Patroli udara dilaksanakan di Kalimantan Selatan dan Riau, sementara operasi water bombing dilakukan di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Jambi.

Adapun OMC dilaksanakan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan titik-titik kebakaran teridentifikasi dan tertangani, sekaligus mempercepat pemadaman di wilayah prioritas.

(LS/*)

Source : Kemenhut & Kemenkopolkam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *