Kabarindo24jam.com | Cibinong –
Merasa geram dengan kinerja kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Kabupaten Bogor yang dinilai tidak transparan, terkesan membiarkan terjadinya monopoli dan persengkongkolan dalam memenangkan proyek-proyek tertentu, puluhan aktivis dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor ULPBJ, Cibinong, Kamis (28/8/2025).
Aksi unjuk rasa ini dimulai sekira pukul 13.00 WIB dan berjalan dengan tertib.
Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut adanya transparansi atau keterbukaan dalam tender proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bogor.
“Kami mencium adanya praktek kolusi dan nepotisme dalam pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan ULP Barang dan Jasa Kabupaten Bogor, ini harus disikapi oleh kita,” kata Fawatuloh Fawait, selaku koordinator aksi unjuk rasa massa mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Anti Korupsi (KIAK).
Fawait menambahkan pihaknya mencium adanya dugaan monopoli dan persekongkolan jahat untuk memenangkan sejumlah proyek di Kabupaten Bogor. “Kami khawatir banyaknya proyek yang ditender ulang akan berujung pada penunjukan langsung pemenang tender,” ujarnya.
Praktek pengaturan proyek ini, lanjut dia, diduga melibatkan internal unit kerja ULP Barang/Jasa yang seharusnya netral. “Karena itu, kami mendesak Bupati Bogor agar mencopot Plt Kepala ULP Barang/Jasa, Yunus Iskandar, sebagai aktor utama dalam permasalahan tender proyek yang bermasalah ini,” jelas Fawait.
Menurutnya, praktek pengaturan proyek tersebut dapat berdampak terhadap persaingan usaha yang tidak sehat dan mencemari nama baik Bupati Bogor serta Pemkab Bogor. “Praktek ini akan menurunkan kualitas bangunan dan jalan dengan kerugian mencapai ratusan miliar,” beber Fawait.
Unjuk rasa ini sempat diwarnai aksi bakar ban bekas di depan gerbang kantor ULPBJ Kabupaten Bogor. Dalam unjuk rasa ini, para mahasiswa sempat bersitegang dengan aparat kemananan dari Satpol PP dan polisi saat memaksa masuk ke dalam kantor ULP Barang/Jasa.
Setelah berhasil membuka paksa gerbang kantor ULP Barang/Jasa, para mahasiswa sempat terlibat aksi dorong-mendorong dengan Satopl PP dan Polisi. Perwakilan mahasiswa akhirnya diperkenankan membacakan tuntutan mereka di halaman kantor ULP Barang/Jasa.
Namun mereka tidak berhasil menemui Plt Kepala ULP Barang Jasa, Yunus Iskandar, untuk meminta klarifikasi. Meski demikian, setelah membacakan tuntutan, massa aksi demo membubarkan diri dengan tertib sambil berjanji akan kembali lagi jika tuntutan mereka tak dipenuhi. (Adul)