Kabarindo24jam.com | Jakarta -Panglima TNI Jenderal Agus Subianto mengungkap bahwa pihaknya mendukung penuh upaya Polri dalam pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 hijriah atau tahun 2026 ini. Untuk itu, Mabes TNI mengerahkan personilnya dan sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dimilikinya.
“Mabes TNI menyiapkan 105.365 personel untuk pengamanan mudik Idul Fitri dan siaga bencana alam, terdiri dari Mabes TNI, TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara,” jelas Panglima TNI usai apel pengamanan Idul Fitri 1447 H di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/26).
Panglima TNI menjelaskan, terdapat 3.501 unit alutsista yang terdiri dari kendaraan Jihandak dan Zeni, heli, truk, bus, ambulans, KRI dari Angkatan Laut, ADRI dari Angkatan Darat, serta pesawat TNI Angkatan Udara, dikerahkan. Pengerahan KRI bahkan sebanyak dua unit untuk mendukung perjalanan masyarakat.
“TNI Angkatan Laut menggelar dua KRI, yaitu KRI Semarang dengan rute Jakarta, Bangka Belitung, kembali lagi ke Jakarta. Kemudian KRI Banda Aceh rute Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Jakarta,” jelas Jenderal Agus.
Ia pun memastikan sinergitas dan soliditas bersama Polri dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran. Sehingga, masyarakat bisa aman dan bahagia menikmati Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.
Sebelumnya dalam acara Buka Bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu (11/3/2026), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan amanat Presiden Prabowo Subianto agar TNI dan Polri harus selalu bersatu, kompak dan bersinergi. “Sebab TNI dan Polri sama-sama lahir dari kancah perjuangan dan ikut mempertahankan kemerdekaan,” ujar Listyo.
Listyo menegaskan bahwa TNI harus menjadi TNI rakyat, dan Polri harus menjadi polisi rakyat. “Itu berkali-kali beliau sampaikan dan itu tentunya menjadi amanah dari panglima tertinggi kita,” tuturnya.
Ia menyatakan, amanah tersebut harus betul-betul dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sebagaimana sumpah menjadi anggota TNI dan Polri. “Karena begitu kita sudah bersumpah maka kita menjadi milik negara dan kita adalah bagian dari yang harus menjaga dan menjalankan amanah dan sumpah tersebut,” jelas dia.
Listyo turut menegaskan bahwa kebersamaan antara TNI-Polri dan rakyat menjadi satu kesatuan untuk bisa menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak hanya itu, Kapolri menjelaskan bahwa TNI bertugas melindungi serta memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
“Sedangkan Polri bertugas sebagai alat negara yang melaksanakan menjaga keamanan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi melayani masyarakat serta menegakkan hukum,” pungkas Kapolri. (Man/*)







