Kabarindo24jam.com | Bangkok – Kerajaan Thailand berduka setelah Putri Bajrakitiyabha Mahidol, putri tertua Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X), wafat pada usia 47 tahun setelah menjalani sakit berkepanjangan selama hampir empat tahun.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa Putri Bajrakitiyabha meninggal dunia pada malam 11 Juni 2026 di Rumah Sakit King Chulalongkorn Memorial, Bangkok.
Sebelum wafat, sang putri berada dalam kondisi kritis sejak Desember 2022 setelah mengalami gangguan kesehatan serius yang menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan intensif dalam jangka panjang.
Menurut keterangan resmi kerajaan, kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha terus mengalami komplikasi dalam beberapa tahun terakhir.
Tim medis menangani berbagai masalah kesehatan yang mencakup gangguan jantung, infeksi berat, gangguan tekanan darah, serta komplikasi pada sejumlah organ tubuh.
Wafatnya Putri Bajrakitiyabha memicu gelombang duka di Thailand.
Ribuan warga mendatangi kawasan Istana Agung (Grand Palace) di Bangkok untuk memberikan penghormatan terakhir.
Prosesi penghormatan dan upacara kerajaan mulai dilaksanakan setelah jenazah dipindahkan ke kompleks kerajaan untuk menjalani rangkaian ritual kenegaraan sesuai tradisi monarki Thailand.
Putri Bajrakitiyabha lahir pada 7 Desember 1978 dan merupakan putri dari Raja Maha Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali. Ia dikenal sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan Thailand yang memiliki rekam jejak kuat di bidang hukum, diplomasi, dan kegiatan sosial.
Sebelum jatuh sakit, Putri Bajrakitiyabha menempuh pendidikan hukum hingga meraih gelar doktor dari Cornell University, Amerika Serikat. Ia kemudian berkarier sebagai jaksa dan diplomat serta pernah menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria, Slovenia, dan Slovakia.
Selain tugas diplomatik, sang putri aktif dalam berbagai program kemanusiaan, termasuk advokasi hak-hak perempuan dan peningkatan kesejahteraan narapidana perempuan. Ia juga pernah menjadi Duta Kehendak Baik Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk isu-isu yang berkaitan dengan sistem peradilan dan pemasyarakatan.
Kepergian Putri Bajrakitiyabha menjadi kehilangan besar bagi Kerajaan Thailand karena selama bertahun-tahun ia dianggap sebagai salah satu figur kerajaan yang paling aktif dan berpengaruh dalam menjalankan tugas-tugas publik.
Pemerintah dan institusi kerajaan Thailand diperkirakan akan melanjutkan rangkaian upacara penghormatan serta masa berkabung nasional dalam beberapa waktu ke depan. Sejumlah tokoh dalam dan luar negeri juga telah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya putri kerajaan yang dikenal luas dengan panggilan “Princess Pa” tersebut.
(Ls/*)







