Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali rupanya sudah sangat kepincut sekaligus berharap adanya percepatan dalam proses akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Angkatan Laut Italia. TNI AL bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) saat ini tengah mengupayakan agar kapal perang asal Italia tersebut bisa tiba di tanah air lebih awal.
Itu karena kehadiran aset strategis ini akan menjadi bagian dari penguatan armada tempur Indonesia. Laksamana Ali pun berharap kapal legendaris ini sudah bisa memperkuat jajaran alutsista nasional sebelum perayaan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober.
KSAL Ali menjelaskan, proses negosiasi Garibaldi masih terus berjalan di Italia. Pengadaan ini melibatkan koordinasi ketat antara petinggi Kemhan bersama pejabat TNI AL dengan pihak Angkatan Laut dan industri pertahanan Italia.
“Jadi untuk kapal induk Garibaldi ini masih terus dinego antara Kemhan dengan Angkatan Laut Italia dan Fincantieri. Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Italia dan Fincantieri juga,” ujar Laksamana Ali dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (13/3/2026).
Perwira tinggi bintang empat ini pun berharap proses birokrasi dan teknis yang sedang digarap Kemhan bisa berjalan mulus agar kesepakatan segera rampung. “Semoga bisa lebih awal datangnya dan sebelum HUT TNI, harapannya itu ya,” tambah Ali dengan nada optimis.
Dia juga mengungkapkan, sambil menunggu proses negoisasi berjalan, TNI AL bergerak cepat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pengawak. Setidaknya, dibutuhkan sekitar 500 pelaut berkualifikasi khusus untuk mengoperasikan kapal induk berbobot 13 ribu ton tersebut.
Sebagai tahap awal, TNI AL berencana mengirimkan gelombang pertama sebanyak 100 prajurit pilihan ke Italia pada Mei mendatang. Para prajurit ini akan menjalani pelatihan intensif untuk menguasai sistem navigasi, persenjataan mutakhir, hingga prosedur penerbangan di atas geladak kapal. “Kalau pelatihannya akan terus dilaksanakan,” tutur Ali.
Rencana kehadiran Giuseppe Garibaldi merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Blue Water Navy. Selain berfungsi sebagai pangkalan udara terapung untuk wahana udara nirawak (drone), kapal ini diproyeksikan menjadi instrumen diplomasi maritim lintas samudra.
Langkah persiapan yang matang, termasuk studi banding ke kapal induk HTMS Chakri Naruebet milik Thailand sebelumnya, memastikan saat Giuseppe Garibaldi resmi diserahterimakan oleh Kemhan ke TNI AL, seluruh aspek operasional sudah dalam kondisi siap. (Man/*)







