Israel Pertimbangkan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Ketegangan dengan Hezbollah Meningkat

Kabarindo24jam.com | Lebanon – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel dilaporkan tengah mempertimbangkan operasi darat skala besar di wilayah selatan Lebanon untuk menargetkan infrastruktur militer kelompok bersenjata Hezbollah.

Sejumlah pejabat yang mengetahui rencana tersebut menyebut operasi itu berpotensi menjadi yang terbesar sejak Lebanon War 2006, ketika Israel dan Hezbollah terlibat konflik besar selama lebih dari sebulan di wilayah perbatasan kedua negara.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan sejumlah media internasional, militer Israel Defense Forces telah meningkatkan kesiapan pasukan di sepanjang perbatasan Israel–Lebanon dalam beberapa hari terakhir. Persiapan tersebut mencakup pengerahan pasukan tambahan serta peningkatan operasi udara terhadap target yang disebut terkait dengan aktivitas militer Hezbollah.

Target utama yang disebut dalam rencana operasi tersebut adalah wilayah di selatan Litani River, sebuah kawasan strategis yang selama ini dianggap sebagai basis penting bagi jaringan militer Hezbollah di Lebanon selatan.
Sejak awal Maret, serangan udara Israel dilaporkan meningkat di berbagai wilayah Lebanon, termasuk di sekitar ibu kota Beirut dan daerah selatan negara itu.

Otoritas Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga sipil di sejumlah wilayah yang dianggap berpotensi menjadi lokasi operasi militer.
Sementara itu, Hezbollah menyatakan akan terus melakukan perlawanan terhadap setiap operasi militer Israel di wilayah Lebanon. Kelompok tersebut menegaskan kesiapan militernya untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik di kawasan perbatasan.

Pemerintah United States dilaporkan mendukung upaya menekan kemampuan militer Hezbollah, namun pada saat yang sama mendorong agar setiap operasi militer tetap menghindari serangan terhadap infrastruktur sipil milik negara Lebanon.

Para pengamat keamanan menilai perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah konflik antara Israel dan Hezbollah akan tetap terbatas di wilayah perbatasan atau berkembang menjadi konfrontasi militer yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *