Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, terus melakukan ke berbagai pangkalan udara (Lanud) di seluruh wilayah Indonesia. Dalam setiap kunjungannya, Marsekal Tonny acapkali menekankan bahwa TNI Angkatan Udara (AU) sedang berada dalam fase transformasi menuju kekuatan udara modern dan tangguh.
Instruksi Kasau dalam berbagai pengarahan ini menjadi transformasi TNI AU untuk siap dan fokus menghadapi perang multi domain, penguatan kepemimpinan perwira, dan kesiapan alutsista modern dari tantangan perang masa depan yang semakin kompleks.
Kasau juga menekankan penguatan kepemimpinan yang adaptif, kritis, dan berintegritas tinggi. “Perubahan karakter peperangan modern yang bersifat multi domain, mencakup darat, laut, udara, dan siber, hingga ruang angkasa, serta dipengaruhi dinamika geoekonomi global yang menuntut adaptasi cepat dan peningkatan kesiapan personel TNI AU,” jelas Tonny Harjono dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (30/4/2026).
Marsekal Tonny lantas menyoroti para personelnya untuk senantiasa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) maupun sistem drone dalam operasi udara sebagai upaya peningkatan profesionalisme para personelnya.
Lebih lanjut, moralitas, disiplin, dan etika diposisikan sebagai fondasi utama kekuatan organisasi dengan memberikan instruksi pada satuannya untuk melakukan pengawasan dan pembinaan personel secara berkelanjutan guna meminimalkan pelanggaran.
Kasau pun memberi apresiasi atas keberhasilan operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta prestasi zero accident selama dua tahun terakhir yang patut dijaga sebagai standar profesionalisme tertinggi.
Kemudian, Kasau mengingatkan TNI AU harus siap dengan perang masa depan yang menyoroti adanya perubahan fundamental dalam karakter peperangan. “Budaya safety harus menjadi bagian dari insting setiap prajurit untuk mendukung kesiapan tempur yang berkelanjutan,” tambahnya.
Selain dengan mencatat hasil positif dalam keselamatan terbang dan apresiasi keberhasilan TNI AU dalam mendukung operasi kemanusiaan hingga penanggulangan bencana di berbagai wilayah, Kasau pun berharap TNI AU menjadi kekuatan pertahanan dengan sinergi antara kualitas kepemimpinan perwira, kesiapan teknologi, dan pemeliharaan alutsista yang optimal sebagai upaya dalam menghadapi potensi ancaman masa depan.
Menurut Kasau, adanya peran alutsista modern bukan semata menjadi simbol kekuatan, melainkan amanah besar yang menuntut profesionalisme tinggi, sistem dukungan yang terintegrasi, dan kesiapan personel yang mumpuni.
Melalui sinergi, inovasi, dan profesionalisme ini, harap Kasau, menjadi cara TNI AU dalam memperkuat kesiapan alutsista serta menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis dalam memperkuat sistem pertahanan udara nasional. (Cok/*)







