Kabarindo24jam.com | Cibinong -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui panitia seleksi telah menetapkan tiga nama sebagai kandidat posisi Direktur Utama dan Direktur Operasional Perseroan Daerah (Perseroda) Sayaga Wisata, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang concern di bidang usaha kepariwisataan.
Panitia seleksi telah mengerucutkan 15 peserta menjadi tiga nama kandidat yang selanjutnya akan menjalani tahap akhir seleksi, yakni interview dengan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Tiga nama calon petinggi Sayaga Wisata tersebut, adalah Sambas Setia Permana, Irfan Awaludin dan Ahmad Hidayatullah.
Terkait hal itu, Bupati Rudy menjelaskan bahwa Pemkab Bogor telah menyampaikan arah kebijakan dan gambaran besar rencana bisnis Perseroda Sayaga Wisata periode 2026-2029 kepada para kandidat direksi. Menurutnya, Sayaga Wisata ke depan jangan cuma bertumpu pada pengelolaan hotel, tetapi juga pengembangan berbagai potensi usaha pariwisata dan aset daerah lainnya.
“Sayaga hari ini jangan dilihat hanya dari sekadar hotel yang ada. Kita punya potensi lain seperti pemandian air panas, Goa Gudawang, ‘rest area’ yang akan direvitalisasi dan lahan-lahan potensial untuk objek wisata maupun kegiatan usaha lainnya,” kata Bupati Rudy dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (13/5/2026).
Bupati Rudy juga menyebut seluruh aset milik Pemkab Bogor yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi ingin dioptimalkan melalui kolaborasi antara BUMD dan pihak ketiga yang berinvestasi di Kabupaten Bogor.
Selain sektor wisata, Pemkab Bogor juga mendorong penguatan unit usaha “tour and travel” milik Sayaga Wisata agar terintegrasi dengan berbagai kegiatan perangkat daerah. Dia mencontohkan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur, pembekalan, hingga agenda perjalanan dinas di lingkungan pemerintah daerah.
Semua itu, nantinya dapat dikolaborasikan dengan unit usaha milik BUMD tersebut. “Kita ingin hari ini BUMD Sayaga Wisata memiliki wajah baru, semangat baru, dan kita ingin betul-betul bisa menjadi lokomotif perekonomian daerah,” katanya seraya menegaskan kinerja direksi BUMD akan dievaluasi secara berkala berdasarkan capaian bisnis dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Ia menyatakan BUMD tidak boleh merugi dan harus mampu memberikan dividen kepada pemerintah daerah melalui perencanaan bisnis yang terukur. “Nanti target dividen akan terlihat saat bisnis plan dari direksi yang baru dipaparkan kepada kami. Maka semuanya harus terukur dari awal,” imbuh Rudy. (Cok)







