Kabarindo24jam.com | Jakarta – Letnan Jenderal (Letjen) TNI Robi Herbawan mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (Ka BAIS TNI). Ia menggantikan Letjen Yudi Abrimantyo yang mundur usai peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis Andre Yunus oleh sejumlah anggota BAIS.
“Benar, Letjen Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Ka BAIS TNI,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Setjen Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026). Letjen Robi saat ini masih menjabat Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kemhan.
Dia mengatakan penunjukan Robi sebagai Kepala BAIS TNI sebagai upaya penguatan organisasi TNI. “Penunjukan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi dan penguatan organisasi guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas intelijen strategis pertahanan negara,” kata Rico.
Beredar juga kabar di kalangan wartawan, ada sejumlah perwira tinggi (pati) di jajaran Bais TNI yang juga dirotasi. Namun kabar tersebut belum terkonfirmasi. “Belum ada info (soal rotasi jabatan lainnya),” ucap Rico.
Dari informasi yang dihimpun, Letjen Robi Herbawan merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) 1994. Jenderal Kopassus ini memiliki karir militer yang moncer. Dia pernah berdinas di Satuan Penanggulangan Teror 81 (Satgultor 81) yang merupakan Satuan Elit Antiteror Kopassus selama 12 tahun.
Perwira tinggi yang ahli intelijen ini juga pernah menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto saat Prabowo menjabat sebaga Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) pada Desember 1995 hingga Maret 1998. Karirnya terus mengkilap hingga menjabat Dansatgas BAIS di Aceh pada 2016 hingga 2018.
Setelah mengikuti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Robi Herbawan kemudian bertugas di Satuan BAIS hingga 2019. Selanjutnya menjabat sebagai Kepala Pusat Informasi Strategi Pertahanan (Kapusinfostrahan) Bainstrahan Kemhan. Sejak 1 April 2024 hingga Mei 2026, Robi Herbawan mendapat penugasan sebagai Kabainfokomhan Kemhan.
Sebelumnya pada Rabu (25/3/2026), Mabes TNI melakukan serah terima jabatan Kepala BAIS TNI. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI setelah kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus yang melibatkan anggota Bais TNI.
“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais. Terima kasih,” ujar Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3.
Aulia menyampaikan hari ini TNI telah melaksanakan rapat bersama dengan Kementerian Pertahanan. Dalam rapat tersebut, Aulia mengatakan TNI bersama Kemhan membahas mengenai revitalisasi internal TNI.
Selain itu, Aulia menyebut rapat bersama itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Rapat itu, kata dia, menyimpulkan agar TNI menindak tegas setiap prajurit yang melakukan pelanggaran. “Tentara Nasional Indonesia menegaskan komitmennya dengan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI,” kata Aulia. (Cok/*)







