Pramuka Garuda Kota Bogor Unggul intelektual dan Kuat integritas moral

Kabarindo24jam.com | Bogor kota -Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor mengukuhkan sebanyak 941 Pramuka Garuda dalam upacara yang dipimpin Ketua Kwarcab Denny Mulyadi di Plaza Balai Kota Bogor, Minggu (5/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi puncak pencapaian bagi anggota muda Pramuka yang telah menyelesaikan rangkaian pembinaan dan seleksi secara bertahap.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota Pramuka dari berbagai jenjang. Dari total peserta yang dikukuhkan, sebanyak 442 merupakan Pramuka Siaga, 377 Pramuka Penggalang, dan 145 Pramuka Penegak. Sebelum menerima Tanda Pramuka Garuda, seluruh peserta menjalani proses pembinaan selama kurang lebih empat bulan yang dimulai dari tingkat gugus depan.

Bacaan Lainnya

Selama proses tersebut, mereka mengikuti berbagai tahapan penilaian, mulai dari uji kecakapan umum dan khusus, keterampilan kepramukaan, pemahaman keagamaan, pengembangan bakat seni dan budaya, hingga pembuatan karya kreatif atau hasta karya.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pramuka Garuda yang berhasil menyelesaikan tahapan seleksi. “Ini bukan sekedar sebuah ceremony, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi, kerja keras, kedisiplinan, serta karakter yang telah kalian tunjukkan selama mengikuti proses pendidikan kepramukaan,” tegasnya.

“Menjadi Pramuka Garuda merupakan pencapaian tertinggi pada setiap jenjang kepramukaan yang hanya dapat diraih oleh mereka yang mampu menunjukkan kecakapan, keteladanan, dan komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka,” sambung Denny.

Denny yang juga Sekretaris Daerah Kota Bogor, menyebut penyematan Lencana Garuda bukan menjadi akhir perjalanan seorang anggota Pramuka. Sebaliknya, penghargaan tersebut merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan nilai-nilai kepramukaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap Pramuka Garuda harus mampu memegang teguh prinsip “Setia, Siap, dan Sedia”. Sikap setia diwujudkan melalui komitmen terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta pengamalan Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Sementara itu, lanjut Denny, nilai siap dan sedia tercermin melalui kepedulian sosial, semangat membantu sesama, menjaga kelestarian lingkungan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.

Denny juga menyampaikan apresiasi kepada para Pembina Gugus Depan dan orang tua peserta yang dinilai memiliki peran besar dalam keberhasilan para anggota meraih predikat Pramuka Garuda. Menurutnya, kolaborasi antara keluarga, sekolah, gugus depan, dan Gerakan Pramuka menjadi faktor penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Di ujung amanatnya, Denny mengingatkan para Pramuka Garuda agar tidak cepat merasa puas atas pencapaian tersebut. Ia berharap para anggota terus meningkatkan kemampuan, menjaga kerendahan hati, serta mampu menjadi agen perubahan yang unggul secara intelektual dan kuat dalam integritas moral.

Dalam kesempatan itu, dua siswi sekolah dasar yang juga anggota Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) menerima penyematan tanda Pramuka Garuda di hadapan para pembina dan orang tua. Momen itu bukan sekadar seremoni, melainkan catatan sejarah baru bagi Gerakan Pramuka Kota Bogor.

Untuk pertama kalinya, dua anggota PBK berhasil meraih predikat Pramuka Garuda Kota Bogor 2026, penghargaan tertinggi dalam pembinaan anggota muda Gerakan Pramuka. Kedua sosok inspiratif tersebut adalah Anindita Khairunniswa (10), siswi SDN Muarasari 2, Kecamatan Bogor Selatan, dan Noela Eka Natania Chrissy (10) atau Noel, siswi SDN Batutulis 2, Kecamatan Bogor Timur.

Prestasi yang diraih Anindita dan Noel bukanlah hasil instan. Mereka harus melewati serangkaian tahapan seleksi, mulai dari pengujian kecakapan, keterampilan, kedisiplinan, hingga kemampuan menunjukkan karakter sebagai teladan bagi anggota Pramuka lainnya. Di balik senyum bahagia yang terpancar usai pengukuhan, tersimpan semangat pantang menyerah yang patut menjadi inspirasi.

Pencapaian keduanya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus lainnya di Kota Bogor untuk terus percaya diri, berani bermimpi, dan tidak menyerah dalam menggapai cita-cita. Karena pada akhirnya, prestasi tidak ditentukan oleh keterbatasan yang dimiliki seseorang, melainkan oleh kemauan, semangat, dan keberanian untuk terus melangkah maju. (Man/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *