Kabarindo24jam.com | JAYAPURA, Papua– Puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, menjalani perawatan medis setelah mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, lemas, dan diare usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (4/8).
Hari Rabu, penanganan terhadap para siswa masih berlangsung, sementara penyebab pasti insiden tersebut masih diselidiki. Laporan awal dari tenaga kesehatan menyebutkan sekitar 70 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP bersama sejumlah warga dewasa mendatangi Puskesmas Depapre untuk memperoleh pertolongan. Namun, hingga Rabu jumlah warga yang datang ke fasilitas kesehatan dilaporkan terus bertambah sehingga angka korban masih bersifat dinamis dan menunggu pendataan resmi pemerintah daerah.
Kepolisian menyatakan belum dapat memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan kasus keracunan makanan. Aparat bersama pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan masih melakukan investigasi, termasuk pemeriksaan terhadap sampel makanan serta penelusuran rantai distribusi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Kapolres Jayapura bersama unsur pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan, dan instansi terkait meninjau langsung proses penanganan korban. Rumah Sakit Yowari disiapkan sebagai rumah sakit rujukan, dan sejumlah puskesmas tetap memberikan pelayanan kepada pasien yang terus berdatangan.
Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secepat mungkin.
Perkembangan kasus tersebut juga mendapat perhatian DPR Papua.
Sejumlah anggota dewan meminta investigasi menyeluruh terhadap dugaan insiden tersebut dan mendorong evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Papua, termasuk aspek keamanan pangan, pengolahan, distribusi, serta pengawasan mutu makanan sebelum disalurkan kepada para penerima manfaat.
Pemerintah juga belum mengumumkan hasil uji laboratorium maupun penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa. Karena itu, penyebutan insiden ini masih menggunakan istilah “dugaan keracunan” sampai hasil pemeriksaan selesai dan diumumkan secara resmi.
(Ls/*)







