Kabarindo24j.com | Aceh Utara – Seorang tenaga pendidik yang hendak bertugas mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 25 Sawang mengalami kecelakaan tunggal saat menempuh perjalanan menuju sekolah. Peristiwa terjadi di Dusun Dama Buleuen, kawasan pedalaman Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Kejadian awal sepeda motor yang dikendarai korban tergelincir di jalan yang berlumpur dan licin. Kondisi akses jalan di wilayah tersebut berupa permukaan tanah yang kerap menjadi becek dan tergenang air, terutama pasca curah hujan serta terdampak kerusakan akibat peristiwa hidrometeorologi yang melanda kawasan itu sejak akhir Juli 2026.
Jalan ini merupakan rute utama berupa Jl. Blang Ranto – Araselo yang membelah kawasan Lokasi Perkebunan Terpadu Sawang. Menjadi akses vital satu-satunya bagi warga, siswa, dan para guru untuk menjangkau UPTD SD Negeri 25 Sawang.
Kawasan Pedalaman & Perkebunan. Wilayah Dusun Dama Buleuen berada di area pelosok pedalaman yang dikelilingi oleh area sektor perkebunan terpadu. Karakteristik geografis ini membuat pembangunan infrastruktur permanen berjalan lambat dibandingkan wilayah pusat kecamatan.
Faktor Cuaca dan Hidrometeorologi: Akses jalan tanah ini sangat rentan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin setiap kali curah hujan tinggi meningkat. Kondisi tersebut diperparah oleh dampak kerusakan hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh Utara belakangan ini.
Belum Adanya Pengaspalan Menyeluruh, jalur ini masih berupa sisa pembukaan jalan tanah sekunder yang belum tersentuh proyek pengaspalan atau peningkatan struktur jalan beton yang memadai dari anggaran daerah.
Meski pemda memahami adanya kendala geografis di Riseh Tunong, masyarakat dan netizen saat ini mendesak keras PJ Bupati Aceh Utara serta Dinas PUPR setempat untuk segera turun tangan melakukan perbaikan fisik jalan agar tidak terus membahayakan keselamatan tenaga pendidik maupun warga yang melintas.
(Ls/*)







