75.000 Pengurus hingga RW Disiagakan, PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Perangi Stunting

Kabarindo24jam.com | Sukabumi – PDI Perjuangan (PDIP) tidak hanya mengandalkan orasi dan data untuk mengampanyekan pentingnya ASI eksklusif di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan itu dalam rangka peringatan Hari ASI sedunia.

Bacaan Lainnya

Melalui gebrakan budaya dan kehadiran deretan selebriti, partai berlambang banteng ini menyulap isu kesehatan ibu dan anak menjadi sebuah gerakan yang meriah dan dekat dengan akar rumput.

Puncak acara yang dihadiri ribuan kader Wanoja Perjuangan Jabar itu kian semarak dengan kehadiran dua musisi nasional sekaligus kader PDIP: Krisdayanti dan Once Mekel. Bahkan, dalam sambutannya, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto secara eksplisit menjadikan keduanya sebagai ujung tombak strategi komunikasi partai dalam meredam hiruk-pikuk politik nasional.

“Karena tadi lagunya cukup menarik untuk mengingatkan. Jadi melalui budaya, melalui sosok seperti Krisdayanti dan Once, kita bisa melakukan kampanye dalam mengisi kebisingan politik yang hanya menjadi pertarungan-pertarungan kekuasaan, perebutan modal, korupsi,” tegas Hasto di hadapan ribuan warga dan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas Sukmara.

“Tetapi bagi PDI Perjuangan, kita kembali ke akar rumput kita, termasuk hari ini mempersiapkan bayi-bayi Indonesia,” tambahnya.

Sebelum itu, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, juga sempat melontarkan candaan khas Sunda terkait kehadiran penyanyi bernama panggung KD itu. “KD… KD tuh bahasa Sunda. Tapi di sini KD-nya Ibu Krisdayanti, tepuk tangan lah untuk beliau,” ujar Ono, disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah hadirin.

Bukan hanya panggung yang dipenuhi artis, Hasto sendiri memilih gaya komunikasi yang cair dan menghibur dengan menyuntikkan tiga pantun dalam orasinya. Tiga bait pantun itu ia gunakan untuk menyampaikan pesan serius soal pemberian ASI, gizi lengkap, hingga kecerdasan bangsa.

Pantun pertama ia lontarkan untuk membuka sambutan: “Ke Sukabumi makan bubur, disambut tarian indah nan lentur. Bagi Ibu-ibu menyusui janganlah suka lembur, selalu berikan ASI, kecerdasan anak tumbuh subur.”

Tidak berhenti di situ, ia kembali memantunkan bait kedua: “ASI menyelamatkan kehidupan, cerminan kasih ibu yang tidak berkesudahan. ASI tidak pernah tergantikan, berikan gizi lengkap, basis kecerdasan untuk masa depan.”

Di akhir sambutannya, Hasto menyegel pesan perjuangan tersebut dengan pantun ketiga yang diselingi humor yang menggelitik: “Indonesia unggul dibangun dari dini, dari sosok bayi yang diberikan ASI. Cinta pertama diwartakan melalui ASI penuh gizi, dan yang penting, Bapak-bapaknya tidak boleh iri!” teriaknya, yang diiringi deru tawa dan sorak “Merdeka!” dari hadirin.

Acara yang juga dihadiri pengurus DPP lainnya, seperti Ribka Tjiptaning, Bintang Puspayoga, Sri Rahayu, dan Wuryanti Sukamdani, pun berlangsung hangat.

Sementara itu, DPD PDIP Jawa Barat menegaskan bahwa peringatan Hari ASI Internasional di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, bukan sekadar seremonial. Aksi konkret berupa struktur mesin partai yang masif dan program pemberdayaan perempuan untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, dalam sambutannya membeberkan kekuatan infrastruktur partai yang siap digerakkan turun ke lapangan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini struktur partai di Jawa Barat telah terbentuk hingga 75.000 orang, terdiri dari pengurus PAC, ranting, hingga anak ranting yang berbasis RW.

“Di mana anak ranting sudah 80%. Nah, sehingga kalau ini dikaitkan dengan gerakan perempuan, Jawa Barat mempunyai komitmen untuk menghadirkan kader PDI Perjuangan yang perempuan, tetapi juga istri dari pengurus, istri dari kader partai di tingkat eksekutif, legislatif, sampai pengurus yang dari tingkat ranting,” jelas Ono di hadapan ribuan kader.

Untuk mewadahi peran para istri dan perempuan kader tersebut, PDIP Jawa Barat meluncurkan wadah strategis bernama “Wanoja Perjuangan”. Ono menegaskan bahwa pelibatan istri pengurus hingga tingkat ranting ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata membangun fondasi keluarga yang sehat.

 

(LS/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *