Daftar Calon Ketua KADIN Bogor, Hilal Firmansyah Ingin Wujudkan Kemandirian Ekonomi Usaha

Kabarindo24jam.com | Cibinong – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor akan menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX pada 1 September 2026 mendatang memilih sosok Ketua KADIN periode 2026-2031 menggantikan Shinta Dec Checawati yang memimpin wadah kaum pengusaha tersebut selama dua periode.

Selain Ridwan Rusliandi yang sudah resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Kadin pada Senin (10/8/2026), sosok lainnya yang juga sudah resmi mendaftar adalah Hilal Firmansyah, seorang pengusaha muda yang juga putra sulung dari pengusaha ternama di Bogor yang juga Ketua BPD Gapensi Jawa Barat, H.TB Nasrul Ibnu HR.

Bacaan Lainnya

Meskipun usianya di kisaran 40 tahun, Hilal bukan anak baru di dunia usaha lokal. Selain dikenal sebagai pengusaha konstruksi selama belasan tahun, dia juga menjabat Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor yang sudah dijalaninya selama dua periode.

Terkait dengan pencalonannya tersebut, Hilal mengungkapkan visi utama yang diusungnya untuk KADIN Kabupaten Bogor ke depan, yaitu menjadikan lembaga ini sebagai episentrum rereongan inovatif yang inklusif dan berkelanjutan menuju kemandirian ekonomi usaha.

Untuk merealisasikannya, Hilal menekankan tiga pilar utama misi KADIN, mulai dari Pilar Inovasi dan Digital, Mendorong digitalisasi dan modernisasi pelaku usaha Kolaborasi Rereongan dan Membangun kemitraan antar-sektor usaha secara sinergis. Ia pun berharap pemilihan ini menjadi momentum konsolidasi gagasan demi kemajuan daerah, bukan pemicu perpecahan.

“Jadikan pemilihan KADIN ini wahana adu gagasan, jangan jadikan ajang perpecahan. Tapi ikhtiar kita semoga bisa bermusyawarah mufakat. Kalaupun tidak bisa mencapai itu, kita harus bertanding dan bersanding. Kalau terpilih, kita akan persatukan KADIN Kabupaten Bogor,” kata Hilal dalam pernyataan persnya yang dikutip, Selasa (11/8/2026).

Mengenai dorongan awal yang memicunya untuk maju dalam bursa Calon Ketua KADIN, Hilal menceritakan proses panjang yang berawal dari ruang-ruang diskusi kecil. “Iya, awalnya ya kalau boleh dibilang dari diskusi kecil dengan teman-teman, terus dorongan teman-teman semakin membesar, akhirnya mendorong saya juga untuk memenuhi dukungan itu,” imbuh Hilal.

Menjawab isu bahwa KADIN dari masa ke masa kerap didominasi oleh sektor konstruksi, Hilal memiliki pandangan visioner untuk memecah ketimpangan tersebut dengan membuka ruang kolaborasi lintas industri.

“Ke depan itu tidak bisa seperti itu. Tidak bisa hanya berpikir satu rumpun atau sektor usaha saja. Kadin itu ya tadi tadi saya bilang, ya wadah untuk semua. Apalagi dengan dengan situasi yang sekarang kita alami ya, kita tidak lagi bisa menggantungkan usaha kita ya, itu kepada pihak mana pun. Jadi si pelaku usahanya ini harus saling bahu-membahu, saling support,” jelasnya.

Mengenai peran KADIN sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bogor, Hilal menegaskan komitmennya untuk mencairkan garis komunikasi agar selaras dengan kebijakan regulator tanpa merugikan iklim usaha di tingkat akar rumput.

“Ya kalau kaitan itu ya, kalau kalau kemitraan dengan pemerintah. Tadi kan baru saja kita dengar juga ya, ada beberapa mungkin keluhan-keluhan. Itu kan biasa. Nanti artinya antara regulator dengan yang diaturnya ini, pasti ada gap. Nah, Kadin harus bisa memfasilitasi itu, menjembatani itu, mencairkan komunikasi yang tersumbat,” imbuhnya.

Dari hasil pantauan, sebanyak 15 asosiasi pengusaha di Kabupaten Bogor sudah menyatakan komitmennya untuk bersatu memenangkan Hilal. Asosiasi-asosiasi pendukung tersebut meliputi Real Estate Indonesia (REI), Gapensi, Gapeksindo, Gapeknas, Himpera, Deperindo, Apersi Jaya dan Apersi.

Kemudian Ketua Apersi Jawa Barat, Wakil Ketua 1 Bidang Hukum dan Hubungan Industrial DPK Apindo Kabupaten Bogor, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Hiswana Migas, Badan Promosi Wisata, hingga komunitas Pelaku UMKM. (Cok)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *