Kabarindo24jam.com | Cibinong -Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa sektor swasta dan dunia usaha merupakan motor utama penggerak perekonomian di Kabupaten Bogor. Hal itu mengacu pada perekonomian daerah yang terus menunjukkan tren positif dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) mencapai 5,24 persen, melebihi rata-rata nasional.
Saat ini, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bogor atas dasar harga berlaku telah menyentuh angka Rp336,36 triliun. Jika dibandingkan dengan APBD yang berada di kisaran Rp11,3 triliun, kontribusi APBD terhadap keseluruhan aktivitas ekonomi daerah relatif kecil, yakni sekitar 3 persen.
“Itu artinya, sekitar 97 persen aktivitas perekonomian di wilay6ah Kabupaten Bogor digerakkan oleh dunia usaha, khususnya sektor swasta, termasuk diantaranya pengusaha lokal,” kata Ajat dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Setda Kabupaten Bogor, Senin (7/9/2026).
Menurut Ajat, anggaran pemerintah daerah pada dasarnya hanya berfungsi sebagai pemantik pergerakan ekonomi. Sektor industri pengolahan sejauh ini menjadi penopang utama struktur perekonomian daerah.
Namun, di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi tersebut, Kabupaten Bogor masih dihadapkan pada tantangan kependudukan, seperti tingkat pengangguran terbuka yang berada di angka 7,69 persen dan tingkat kemiskinan sebesar 6,26 persen.
Oleh karena itu, Ajat menekankan pentingnya peran strategis pengusaha, khususnya lembaga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sosial-ekonomi tersebut.
“Inilah tantangan kita bersama. Bagaimana PDRB yang besar dan aktivitas ekonomi yang terus tumbuh dapat memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sekda Ajat lantas menegaskan, bahwa Pemkab Bogor sangat siap untuk terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat kemitraan demi terciptanya iklim investasi dan usaha yang kondusif di Kabupaten Bogor.
Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Bogor hasil Musyawarah Kabupaten (MUKAB) IX yang digelar pada Rabu (2/9/2026) lalu, Hilal Firmansyah, berkomitmen untuk segera melakukan langkah rekonsiliasi guna memperkuat kembali soliditas dan persatuan para pelaku usaha di wilayah Bumi Tegar Beriman agar organisasi dapat fokus sepenuhnya pada penguatan ekonomi daerah.
Di bawah kepemimpinan Hilal, Kadin Kabupaten Bogor akan menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Fokus utama kolaborasi ini adalah menyukseskan visi pembangunan ekonomi Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Kadin Kabupaten Bogor memiliki peran vital sebagai penghubung (bridge) antara potensi daerah dengan pasar modal. Hilal pun memproyeksikan Kadin sebagai garda terdepan atau “corong” yang memperkenalkan berbagai keunggulan investasi Bogor ke level nasional.
Ia menyebut Kabupaten Bogor memiliki potensi melimpah mulai dari sektor pariwisata, manufaktur, hingga properti. Karena itu, Kadin akan aktif mempromosikan peluang tersebut kepada dunia usaha dan pemangku kepentingan di pusat guna mempercepat arus modal masuk ke daerah.
Kadin Kabupaten Bogor juga mengajak seluruh asosiasi, komunitas bisnis, dan pengusaha mandiri untuk bersatu dalam satu visi. Kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif menjadi janji utama Kadin di bawah kepemimpinan baru ini. “Mari kita bangun iklim usaha yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkas Hilal. (Cok)






