Kabarindo24jam.com | Cibinong – Sebanyak 67 atlet basket putra dan putri dinyatakan lolos dari proses seleksi yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Bogor di GOR Lag Tangkas, Cibinong, Minggu (13/9/2026).
Seleksi tersebut diikuti 175 atlet yang berasal dari sejumlah klub anggota DPC Perbasi Kabupaten Bogor. Para peserta merupakan atlet kelahiran 2010 dan 2013 yang diproyeksikan menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang bola basket Kabupaten Bogor.
Sekretaris Umum DPC Perbasi Kabupaten Bogor Muhammad Ridwan mengatakan, persiapan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Jawa Barat 2030 sengaja dilakukan sejak jauh hari. Menurut dia, pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan proses dan pemantauan berkelanjutan.
“Semua atlet ini merupakan perwakilan dari seluruh klub anggota DPC Perbasi Kabupaten Bogor. Yang masing-masing klub mengirimkan lima atlet-atletnya,” kata Ridwan yang akrab disapa Yomi, Senin (14/9/2026).
Dari 175 peserta, sebanyak 130 atlet putra mengikuti seleksi dan 42 di antaranya dinyatakan lolos. Sementara itu, dari 45 atlet putri yang ambil bagian, tim seleksi memilih 25 atlet untuk melanjutkan ke tahap pembinaan.
Dalam proses seleksi, DPC Perbasi Kabupaten Bogor juga menerapkan sejumlah pertimbangan, salah satunya aspek postur tubuh. Untuk atlet putra ditetapkan tinggi badan minimal 170 sentimeter, sedangkan atlet putri 165 sentimeter.
Yomi menjelaskan, aspek tinggi badan menjadi salah satu pertimbangan karena postur dinilai memiliki peran penting dalam membangun kekuatan dan prestasi tim bola basket Kabupaten Bogor pada masa mendatang.
“Seleksi ini tidak hanya untuk Porda Jawa Barat tahun 2030 mendatang. Tapi persiapan DPC Perbasi Kabupaten Bogor menghadapi event-event lainnya, seperti Kejuaraan Daerah dan Nasional,” ujar Yomi.
Atlet yang terpilih selanjutnya akan mendapatkan pembinaan di bawah naungan DPC Perbasi Kabupaten Bogor. Meski demikian, posisi mereka belum sepenuhnya aman karena Perbasi tetap menerapkan sistem promosi dan degradasi sebagai bagian dari proses pembinaan.
Dengan pola tersebut, Perbasi Kabupaten Bogor tidak hanya menyiapkan atlet untuk satu ajang, tetapi membangun regenerasi pemain yang dapat diproyeksikan mengikuti berbagai kompetisi di tingkat daerah maupun nasional. (Man*/)







