Kabarindo24jam.com|BANJARMASIN – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami masalah saat pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin di Laut Jawa terus berlangsung pada Minggu (13/9/2026).Perkembangan terbaru menunjukkan sebanyak 115 orang telah berhasil dievakuasi, sementara proses pencarian dan pendataan terhadap orang yang belum ditemukan masih berjalan.
Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Dalam perjalanan, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk sebelum kemudian kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin menerima laporan tersebut sekitar pukul 04.10 WITA.
Basarnas kemudian mengerahkan unsur pencarian dan pertolongan menuju lokasi terakhir kapal. Titik terakhir yang diketahui berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Operasi dilakukan dengan melibatkan unsur SAR gabungan dan koordinasi dengan serta unsur keamanan dan keselamatan pelayaran terkait.
Data terbaru yang tersedia menyebut 115 orang telah dievakuasi. Dari perkembangan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka. Penanganan dan proses evakuasi dipusatkan di kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Angka orang yang masih dalam pencarian belum dapat diperlakukan sebagai jumlah korban hilang secara final. Sejumlah informasi perkembangan menggunakan angka 125 orang dalam pencarian dari total 240 orang, sementara laporan awal Basarnas menyebut kapal membawa 243 orang berdasarkan data yang saat itu digunakan. Perbedaan tersebut masih memerlukan rekonsiliasi dengan manifes resmi.
Karena itu, angka 240 dan 243 tidak dapat langsung dianggap sebagai dua data yang sama atau salah satunya otomatis menggantikan yang lain. Perbedaan tersebut dapat berkaitan dengan pembaruan data penumpang dan awak atau metode penghitungan persons on board (POB).
Sistem informasi operasi QR-SAR Basarnas saat ini mencatat operasi Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa sebagai operasi kecelakaan kapal. Hal tersebut menegaskan bahwa penanganan kasus masih berada dalam kerangka operasi SAR resmi, bukan sekadar laporan kehilangan komunikasi kapal.
Pencarian juga didukung unsur lain, termasuk TNI, Polairud dan kekuatan SAR terkait. Basarnas menyatakan helikopter turut digunakan untuk membantu pencarian dari udara, sementara unsur laut bergerak menuju area yang menjadi lokasi terakhir kapal diketahui.
Kondisi cuaca dan keselamatan personel tetap menjadi bagian dari pertimbangan operasi. Untuk sementara, penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan. Informasi mengenai cuaca buruk merupakan kondisi yang dilaporkan sebelum kontak kapal terputus.
(Ls/*)







