Kabarindo24jam.com | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, yang diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan.
Pergantian tersebut menjadikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ketiga pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, setelah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan kini mengambil alih posisi bendahara negara.
Suahasil bukan sosok baru di Kementerian Keuangan. Sebelum menjadi menteri, ia merupakan Wakil Menteri Keuangan dan sebelumnya pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Ia juga memiliki latar belakang akademik dan memperoleh gelar doktor dari University of Illinois Urbana-Champaign.
Dalam pernyataan setelah pelantikan, Suahasil menegaskan bahwa salah satu prioritasnya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN. Ia juga menyatakan komitmen mempertahankan defisit anggaran dalam batas maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sesuai ketentuan yang berlaku.
Suahasil juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran negara yang dapat dipercaya serta komunikasi publik yang kredibel. Pernyataan tersebut menjadi sinyal awal mengenai fokusnya setelah resmi mengambil alih Kementerian Keuangan.
Sementara Purbaya Yudhi Sadewa mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Ia sebelumnya dilantik Presiden Prabowo pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Dengan demikian, masa jabatan Purbaya sebagai Menkeu berlangsung sekitar satu tahun.
Pergantian itu berlangsung ketika Purbaya masih menjalankan agenda kedinasan. Purbaya terlihat meninggalkan sebuah rapat dengan parlemen pada Senin sebelum proses pelantikan penggantinya berlangsung di Istana.
Pergantian tersebut terjadi di tengah perhatian investor terhadap kebijakan fiskal, defisit anggaran dan kepastian arah kebijakan ekonomi Indonesia. Dari sisi sektor keuangan, pergantian Menkeu berlangsung ketika OJK sebelumnya menyatakan kondisi sektor jasa keuangan Indonesia tetap resilien. OJK pada 10 September 2026 melaporkan sektor jasa keuangan masih stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global.
Dengan demikian, dampak pergantian menteri terhadap kebijakan fiskal, pasar keuangan, serta koordinasi dengan otoritas moneter masih menjadi perkembangan yang perlu dipantau. Suahasil telah resmi dilantik dan langsung menyatakan komitmen menjaga APBN tetap sehat serta kredibel.
(Ls/*)







