Kabarindo24jam.com | Cibinong – Sebanyak 1.596 kejadian bencana tercatat terjadi di Kabupaten Bogor sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor merespons seluruh kejadian tersebut melalui berbagai tindakan kedaruratan, mulai dari pertolongan dan penyelamatan korban hingga evakuasi serta penanganan material akibat bencana.
Data BPBD Kabupaten Bogor mencatat angin kencang menjadi salah satu kejadian yang paling banyak terjadi, yakni 494 kasus, disusul tanah longsor sebanyak 492 kejadian. Selain itu, terdapat 380 kejadian kekeringan, 131 banjir, 60 gerakan tanah, 10 kebakaran hutan dan lahan, dua gempa bumi, serta 27 kejadian bencana nonalam. Data tersebut menunjukkan beragam ancaman bencana yang harus dihadapi masyarakat Kabupaten Bogor selama periode tersebut.
Penanganan bencana tidak hanya dilakukan ketika kejadian berlangsung. BPBD Kabupaten Bogor juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui sejumlah kegiatan pencegahan dan peningkatan kapasitas. Salah satunya melalui gladi kesiapsiagaan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) pada 27 April 2026 di SMK Wira Buana 2, Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, yang diikuti 200 peserta. Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui program Desa Tangguh Bencana di Desa Cisarua, Cileuksa, dan Sukamulih, Kecamatan Sukajaya.
Upaya kesiapsiagaan turut menyasar sektor pendidikan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ponpes Al-Kautsar Cijeruk dan Yayasan Ponpes Salafiah Nur Azkia di Kecamatan Rancabungur dengan total 50 peserta. Di tengah ancaman kekeringan, BPBD juga memberikan pelayanan pendistribusian air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, lembaga tersebut menjalankan pencarian, pertolongan dan evakuasi korban, penyediaan logistik, serta pengendalian operasi dan sarana prasarana kesiapsiagaan bencana.
Sepanjang 2026, BPBD Kabupaten Bogor menjalankan dua program dengan total 12 kegiatan, terdiri dari satu program utama penanggulangan bencana dan satu program penunjang urusan pemerintahan daerah. Hingga Agustus 2026, realisasi keseluruhan program tercatat 55,51 persen untuk keuangan dan 48,55 persen untuk fisik. Sementara itu, BPBD menetapkan target Indeks Bencana sebesar 88 persen dan Indeks Ketahanan Daerah sebesar 0,58 persen sebagai indikator kinerja utama tahun 2026. (Zah/Adv)







