Kebakaran Permukiman Penjaringan Tewaskan Dua Orang, 150 Rumah Terdampak

Kabarindo24jam.com | JAKARTA, 13 Oktober 2026 – Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kertajaya IV, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (13/10/2026). Dua orang meninggal dunia dan seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melaporkan sebanyak 150 rumah terdampak kebakaran.

Lokasi kejadian berada di kawasan permukiman dekat pintu kereta Bandengan. Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 13.55 WIB. Petugas kemudian memulai operasi pemadaman sekitar pukul 14.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kebakaran tersebut mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Menurut keterangan yang disampaikan kepada media, korban adalah seorang perempuan berinisial S, berusia 40 tahun, dan seorang anak berinisial NB, berusia 6 tahun.
Kedua korban dilaporkan telah dibawa ke Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara.

Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Agta Bhuwana Putra, juga membenarkan adanya dua korban meninggal dunia. Dalam keterangan yang diberitakan pada Selasa sore, kepolisian menyebut proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara masih berlangsung.

Selain korban meninggal, seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka setelah tertimpa reruntuhan tembok saat menjalankan tugas. Petugas tersebut dibawa ke RSUD Koja untuk memperoleh penanganan medis.

Puluhan Armada Dikerahkan
Gulkarmat mengerahkan 27 unit mobil pemadam kebakaran dengan 135 personel untuk menangani kebakaran tersebut. Api berhasil dipadamkan pada pukul 16.20 WIB. Setelah kobaran api dikendalikan, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Dari keterangan petugas, bangunan yang terbakar berada di kawasan permukiman dengan kepadatan tinggi. Api diketahui warga setelah kondisinya membesar dan mulai merambat ke area di sekitarnya.
Gulkarmat menyampaikan dugaan awal bahwa kebakaran dipicu korsleting listrik.

Dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan final penyebab kebakaran sebelum hasil pemeriksaan lebih lanjut tersedia.
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mendalami peristiwa tersebut, termasuk penyebab kebakaran dan rangkaian kejadian yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Data yang disampaikan Gulkarmat menyebutkan sekitar 150 rumah terdampak, dengan luas area kebakaran diperkirakan mencapai 6.400 meter persegi.
Sekitar 200 kepala keluarga atau 500 jiwa dilaporkan berhasil diselamatkan.

Sementara taksiran awal kerugian material mencapai Rp8.998.400.000 atau sekitar Rp8,99 miliar.
Angka tersebut masih merupakan estimasi yang dilaporkan petugas dan
informasi utama yang telah disampaikan kepada publik mencakup dua korban meninggal dunia, seorang petugas damkar terluka, 150 rumah terdampak, serta selesainya operasi pemadaman pada pukul 16.20 WIB.

(Los/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *