Rabu, 26 Januari 2022

Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan Merajalela, PWI Sumut Desak Polda Bertindak

MEDAN – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, H Hermansjah, mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap aktor intelektual yang merencanakan aksi pengeroyokan terhadap wartawan HarianSIB.com, Helman Tambunan, di lokasi proyek pembangunan Pasar Sibolga Nauli, Selasa (04/08/2021) lalu.

Dalam siaran persnya di Medan yang diterima wartawan, Rabu (4/8/2021), Hermansjah, aksi kekerasan terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik tidak dapat ditolerir, terlebih peristiwa itu dua kali dialami wartawan di lokasi yang sama.

“Karena itu, kami meminta Polres Sibolga untuk tegas mengusut para pelaku dan aktor intelektualnya, kemudian seret sampai ke meja hijau. Sebab dalam dua bulan ini, sudah dua kali terjadi insiden di lokasi proyek tersebut terhadap wartawan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bahwa wartawan dalam bertugas mencari berita dilindungi Undang-Undang (UU) No. 40 Tahun 1999 tentang pers. Di mana dalam bertugas, wartawan mendapat perlindungan hukum dan dijamin profesinya oleh negara.

“Mengutip poin dalam UU Pers, tugas wartawan dilindungi sebagai-mana dalam pasal 8 ayat 1, pasal 4 ayat 3. Intinya menjamin kemerdekaan pers serta memberikan perlindungan yang mendasar, menyeluruh dan profesional terhadap profesi wartawan,” jelasnya.

Diakuinya, dalam melakukan tugas, wartawan senantiasa penuh risiko karena selalu berhadapan dengan para mafia yang tidak menyenangi tugas wartawan, yang diantaranya mengungkap berbagai pelaku kriminal dan tindak kejahatan yang melawan hukum sebagaimana diduga terjadi dalam pembangunan Pasar Sibolga Nauli ini.

“Kita minta Polres Sibolga bekerja secara profesional mengusut kasus pengeroyokan wartawan ini dan menangkap aktornya. Dan kepada wartawan yang bertugas, saya mengimbau agar selalu waspada dalam melaksanakan tugas dan mematuhi kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Baca Juga :  Aliran Dana APBD DKI untuk Komitmen Fee Formula E Didalami

Motif penghadangan dan aksi kekerasan terhadap pekerja pers yang terjadi dalam 2 bulan terakhir di wilayah Sumut menunjukkan tindakan perlawanan terhadap kehidupan demokrasi dan pengabaian sekaligus pelecehan atas kemerdekaan pers.

Sebagai informasi, ada empat kasus yang terjadi, yaitu mulai dari kasus pembunuhan wartawan di Siantar, pembakaran dan percobaan pembunuhan wartawan di Binjai serta penyiraman air keras pada wartawan di Medan serta pengeroyokan wartawan di Sibolga.

Hal ini menunjukkan bahwa ada kesamaan pelaku yaitu orang orang yang menjalankan bisnis ilegal dan ketika diberitakan nekat melakukan tindakan main hakim sendiri. Bahkan menunjukkan seolah olah-olah pelaku kebal hukum dan bahkan leluasa memberlakukan “hukum rimba”.

“Untuk itu kita berharap pihak penegak hukum memberi atensi khusus dalam penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan yang terjadi secara beruntun di Sumut,” ucap Hermansjah seraya menambahkan PWI Sumut juga segera membentuk Tim Advokasi kepada wartawan yang mengalami kekerasan di Sibolga dan daerah-daerah lainnya.

Selain itu, Hermansjah yang didampingi oleh Wilfrid Sinaga meminta agar DPRD Sumut menggelar rapat dengar pendapat terkait kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan di wilayah Sumut.

Kepada semua Insan Pers di Sumatera Utara juga diminta agar memahami Undang undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers serta memakai “Perisai” Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas kewartawanan. (Tim/***)

Latest news

Baca Juga :  Kejaksaan Banten Tetapkan Kepala Samsat Malingping Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Lahan

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

TNI AD Sebut Poster Haikal Hassan Ceramah di Yonif Raider Malang Adalah Hoaks

JAKARTA- Markas Besar TNI Angkatan Darat (AD) merasa gerah dan langsung mengklarifikasi poster yang beredar luas di media sosial terkait kedatangan pendakwah...

Empat Pangdam, Komandan Marinir dan Gubernur AAU, Promosi Jabatan Bintang 3

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menetapkan 10 perwira tinggi untuk mengisi jabatan strategis bintang tiga di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain...

Hasil Survei Terbaru, Warga DKI Tak Puas akan Kinerja Anies

JAKARTA -- Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya mencapai 33,8 persen meskipun mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu...

KPK Curiga Hakim PN Surabaya yang Terciduk OTT Sering Terima Suap

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Hakim PN Surabaya Itong Isnaini Hidayat yang terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) Rabu (20/1/2022) lalu, sering...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here