Kabarindo24jam.com | CAPE TOWN – New Zealand All Blacks mengawali rangkaian tur Rugby’s Greatest Rivalry 2026 dengan kemenangan 38-21 atas DHL Stormers di DHL Stadium, Cape Town, Jumat (7/8/2026).
Pertandingan berlangsung ketat hingga pertengahan babak kedua sebelum All Blacks mampu menciptakan jarak melalui sejumlah serangan pada fase akhir pertandingan. Saat skor masih 14-14 pada menit ke-55, Stormers masih memberikan tekanan serius kepada tim tamu.
Menurut laporan resmi New Zealand Rugby, All Blacks akhirnya mencetak tiga try pada fase akhir pertandingan untuk mengamankan kemenangan 38-21. Stormers Beri Perlawanan Kuat
All Blacks langsung membuka pertandingan dengan tempo tinggi. Try pertama mereka lahir melalui hooker Samisoni Taukei’aho setelah lima menit pertandingan dari skema rolling maul.
Stormers kemudian merespons dengan memanfaatkan sejumlah pelanggaran All Blacks. Tekanan melalui lineout dan maul akhirnya menghasilkan try Deon Fourie.
Pertandingan juga sempat diwarnai dua kartu kuning untuk pemain All Blacks, Anton Lienert-Brown dan Simon Parker. Stormers memiliki peluang memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, tetapi tidak sepenuhnya mampu mengubah situasi tersebut menjadi tambahan poin. Menjelang turun minum, All Blacks kembali mencetak try. Simon Parker menyelesaikan rangkaian serangan yang diawali dari lineout steal Fabian Holland.
Skor 14-14 pada Menit ke-55
Stormers memasuki babak kedua dengan tekanan lebih besar. Pada menit ke-55, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 14-14 melalui Seabelo Senatla.
Try tersebut tercipta dari skema lineout yang dieksekusi dengan baik. Deon Fourie, yang sebelumnya memenangkan turnover, memberikan umpan kepada Senatla yang kemudian menerobos pertahanan All Blacks dan mencetak try.
Situasi tersebut membuat pertandingan kembali terbuka.
All Blacks kemudian mendapatkan kembali kendali melalui try Rieko Ioane. Setelah serangkaian serangan di sisi blindside, Ioane yang bermain di posisi centre menyelesaikan peluang untuk membawa New Zealand kembali unggul.
Tiga Try di Pengujung Laga
All Blacks kemudian mulai memperlebar keunggulan. Leroy Carter mencetak try setelah Peter Lakai memainkan peran penting dalam terciptanya rangkaian serangan tersebut. Carter mampu melewati tiga pemain bertahan Stormers sebelum menyelesaikan aksinya di area 22 meter. Josh Moorby kemudian menambah try berikutnya setelah melakukan charge-down terhadap tendangan pemain Stormers.
Namun, Moorby tidak lama kemudian mendapat kartu kuning setelah mencegah Warrick Gelant mencetak try. Keputusan tersebut menghasilkan penalty try untuk Stormers.
Pada masa injury time, All Blacks memastikan kemenangan melalui Asafo Aumua.
Hooker pengganti tersebut mencetak try setelah New Zealand memperoleh peluang dari scrum penalty dan melanjutkannya melalui lineout serta maul. Peluit akhir memastikan kemenangan All Blacks 38-21 atas Stormers. All Blacks Sempat Bermasalah dengan Disiplin. Kemenangan tersebut tidak diperoleh dengan mudah.
All Blacks tercatat menerima tiga kartu kuning, memberikan satu penalty try kepada Stormers dan melakukan 16 pelanggaran. Sebagai perbandingan, Stormers melakukan 11 pelanggaran. Stormers juga unggul dalam penguasaan wilayah permainan dengan 57 persen territory.
Tekanan tersebut tidak seluruhnya berhasil dikonversi menjadi poin.
Dalam catatan resmi pertandingan, Stormers melakukan 149 tackle, sedangkan All Blacks melakukan 122 tackle.
Daftar Pencetak Try
DHL Stormers – 21 poin
Deon Fourie – try
Seabelo Senatla – try
Penalty try
Yaqeen Ahmed – 2 conversion
New Zealand All Blacks – 38 poin
Samisoni Taukei’aho – try
Simon Parker – try
Rieko Ioane – try
Leroy Carter – try
Josh Moorby – try
Asafo Aumua – try
Beauden Barrett – 3 conversion
Josh Jacomb – 1 conversion
Awal Tur All Blacks di Afrika Selatan
Pertandingan Stormers menjadi laga pembuka tur Rugby’s Greatest Rivalry 2026 yang dijalani All Blacks di Afrika Selatan. Situs resmi Rugby’s Greatest Rivalry mencantumkan laga di DHL Stadium sebagai pertandingan pertama rangkaian tur 2026. Setelah menghadapi Stormers, All Blacks dijadwalkan melanjutkan perjalanan menghadapi Hollywoodbets Sharks di Durban pada 11 Agustus.
Rangkaian tur tersebut kemudian berlanjut dengan pertandingan melawan tim-tim Afrika Selatan lainnya sebelum memasuki rangkaian pertandingan Test melawan Springboks. Tur 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian besar persaingan rugby antara New Zealand dan South Africa yang dikenal sebagai Rugby’s Greatest Rivalry.
(Kristlemantle,Nelson)







