Rabu, 17 Agustus 2022

Bentrok Anggota Kopassus dengan Personil Brimob Bikin Geram Panglima TNI

JAKARTA — Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa seketika merasa gusar dan kecewa mendengar kabar Satgas Nanggala Kopassus TNI AD terlibat bentrokan dengan Satgas Amole Brimob Polri di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua pada Sabtu lalu (27/11/2021).

Atas kejadian itu, Panglima Andika menyatakan bahwa dirinya telah memberikan instruksi kepada polisi militer (POM) Mabes TNI untuk segera melakukan penelusuran dan pengusutan terkait dugaan pelanggaran pidana yang terjadi dalam peristiwa itu.

“Pusat Polisi Militer TNI bersama sama dengan Pusat Militer TNI AD sedang lakukan proses terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut,” kata Andika dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Di lain sisi, ia mengatakan bahwa proses hukum tersebut juga akan dilakukan terhadap anggota Polri yang terlibat. Namun demikian, Andika menyerahkan hal tersebut kepada pimpinan Korps Bhayangkara yang berwenang melakukan penindakan.

Andika menuturkan, TNI sudah menjalin koordinasi dengan Polri sehingga proses pidana terhadap anggota polisi yang terlibat juga dilakukan. “Kami sudah koordinasi dengan Polri untuk memproses oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika,” jelasnya.

Sementara itu, Polda Papua menegaskan bentrokan antara prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dari Satuan Tugas (Satgas) Nanggala dan personel Brimob Polri dari Satgas Amole di Timika, terjadi akibat kesalahpahaman.

Baca Juga :  TNI Angkatan Darat Siap Hadapi Gerakan Radikalisme yang Rusak Persatuan

Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pimpinan masing-masing lembaga langsung berkoordinasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi setelah menerima laporan terkait bentrokan itu.

“Saat ini permasalahan tersebut telah diselesaiakan secara damai,” sebut Kombes Kamal dalam keterangan tertulis, Senin (29/11). Kamal mengatakan, personel yang terlibat akan dikenakan sanksi disiplin.

Ia juga memastikan, situasi di Kabupaten Mimika khususnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 kini sudah aman dan kondusif. “Selanjutnya, tindakan disiplin terhadap mereka yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan,” tulis dia.

Kamal menjelaskan, kesalahpahaman itu berawal saat 6 personel Brimob Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 berjualan rokok. Selanjutnya 20 personel Kopassus TNI Satgas Nanggala yang ingin membeli rokok menilai harga rokok yang dijual terlalu mahal.

Akibatnya, terjadi pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap 6 personel polisi dari Satgas Amole. Diketahui, kejadian itu mengakibatkan 5 anggota polisi dari Satgas Amole terluka dan mendapatkan perawatan medis. (***/Cok)

Latest news

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...
Baca Juga :  Untuk Perkuat Pertahanan, Komponen Cadangan Amat Penting Dimiliki oleh Negara

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

Upaya Penguatan Kinerja, Kapolri Kembali Mutasi Ratusan Perwira

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak struktur di Korps Bhayangkara. Setidaknya, ada 452 anggota yang dirotasi dari jabatannya, mulai dari tingkat Kepala...

Komandan Pasukan Elite TNI AU, Kopasgat, Dijabat Taspin Hasan

BANDUNG -- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan satuan elite Komando Pasukan Gerak Cepat...

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here