Berlin Kerahkan Meriam Air untuk Dinginkan Warga Saat Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Jerman Tembus 41,5 Derajat Celsius

Kabarindo24jam.com | Berlin – Kepolisian Berlin mengambil langkah yang tidak biasa di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar Eropa dengan mengerahkan kendaraan meriam air untuk menyemprotkan kabut air kepada warga dan wisatawan di sejumlah titik kota.

Dua kendaraan water cannon yang umumnya digunakan untuk pengamanan demonstrasi dioperasikan dengan tekanan rendah sehingga menghasilkan semburan kabut air sebagai sarana pendinginan.

Bacaan Lainnya

Kendaraan tersebut berkeliling ke beberapa lokasi ikonik, antara lain kawasan Gerbang Brandenburg, Gedung Reichstag, Potsdamer Platz, Balai Kota Merah (Rotes Rathaus), hingga Mauerpark.

Langkah tersebut diambil setelah gelombang panas yang menyelimuti Eropa mendorong suhu udara di Jerman ke tingkat yang sangat tinggi. Berdasarkan data Dinas Meteorologi Jerman (DWD), suhu tertinggi mencapai sekitar 41,5 derajat Celsius di Möckern-Drewitz, Saxony-Anhalt, menjadi salah satu rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di negara itu.

Berlin mencatat suhu mendekati 39–40 derajat Celsius.
Selain suhu siang yang ekstrem, Jerman juga mengalami malam yang sangat panas. Di beberapa wilayah, temperatur tidak turun secara signifikan sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan kelompok rentan.

Gelombang panas tidak hanya melanda Jerman. Sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Denmark, Republik Ceko, Swiss, Polandia, Italia, Inggris, dan beberapa negara Balkan juga mencatat suhu tinggi yang memecahkan rekor serta memicu berbagai gangguan terhadap transportasi, pasokan energi, dan aktivitas masyarakat.

Pihak berwenangdi berbagai negara mengeluarkan peringatan kesehatan, membuka pusat pendinginan, membatasi aktivitas luar ruangan pada jam-jam terpanas, serta mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air, menghindari paparan matahari langsung, dan memantau kondisi kelompok rentan.

Para ahli meteorologi memperkirakan puncak gelombang panas terjadi pada akhir pekan sebelum suhu mulai menurun seiring datangnya hujan dan badai petir di beberapa wilayah.

Meski demikian, perubahan cuaca tersebut juga berpotensi memunculkan hujan lebat, angin kencang, dan hujan es di sejumlah daerah.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *