Minggu, 17 Oktober 2021

Biadab!!! Alat Tes Rapid Didaur Ulang, Pegawai Kimia Farma Bandara Kualanamu Diciduk Aparat Polda Sumut

DELI SERDANG — Aparat Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggerebek Laboratorium Kimia Farma di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Selasa 27 April 2021 pukul 15.45 WIB. Penggerebekan ini menyusul laporan kejanggalan hasil tes rapid antigen terhadap calon penumpang pesawat.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi oleh  awak media, melalui telepon selulernya, Rabu  (28/4/2021).  “Benar, Ditreskrimsus menggerebek Laboratorium Kimia Farma lantai M Bandara Kualanamu, pada Selasa sore terkait dugaan daur ulang alat kesehatan yang digunakan untuk rapid test antigen,” ujarnya.

Dari penggerebekan itu, Hadi mengatakan, ada 4 petugas medis yang diperiksa dan beberapa pasien (peserta rapid test antigen) yang dimintai keterangannya. “Saat ini kurang lebih 4 orang diamankan, tapi untuk bertambah atau tidaknya nanti dari hasil penyidikan,” kata Kombes Hadi Wahyudi.

Dijelaskannya, penangkapan terhadap para pelaku bermula ketika anggota Dirkrimsus Polda Sumatera Utara yang sebelumnya mendapatkan informasi masyarakat terkait kejanggalan atas hasil tes rapid antigen bergerak ke lokasi menyamar sebagai calon penumpang salah satu pesawat yang harus melaksanakan tes rapid antigen. 

Selanjutnya, petugas mengisi daftar calon pasien untuk mendapatkan nomor antrian. Setelah mendapatkan nomor antrian, polisi yang menyamar dipanggil nama dan masuk ke ruang pemeriksaan untuk diambil sampel lewat kedua lubang hidung.

Usai pengambilan sampel,  petugas Krimsus menunggu di ruang tunggu hingga keluar hasil rapid antigen. Berselang sekitar 10 menit menunggu, hasil yang didapatkan positif Covid-19. “Setelah itu petugas mempertanyakan hasil tes lalu memeriksa seluruh isi ruangan laboratorium, ditemukan alat tes rapid antigen dalam jumlah banyak,” ujar Hadi.

Baca Juga :  SMSI Punya Peran Strategis Dalam Pelaksanaan Pembangunan Nasional

Dari penggeledahan di Laboratorium Kimia Farma mendapati barang bukti ratusan alat yang dipakai untuk rapid antigen untuk pengambilan sampel (ternyata) bekas pakai dan telah didaur ulang.

Menurut keterangan dari pegawai Kimia Farma yang ketakutan saat diinterogasi, alat yang digunakan untuk pengambilan sampel yang dimasukkan ke dalam hidung dicuci dan dibersihkan kembali setelah digunakan. Kemudian, alat itu lalu dimasukkan ke dalam bungkus kemasan untuk digunakan dan dipakai untuk pemeriksaan orang berikutnya.

Selanjutnya pukul 16.15 WIB, Kepala Unit 2 Subdit 4 Tipiter Krimsus Polda Sumut, AKP Jeriko membawa para pegawai Kimia Farma berikut barang bukti guna pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

“Adapun barang bukti yang diamankan adalah 2 unit komputer, 2 unit mesin printer, uang kertas, ratusan alat rapid test bekas yang sudah dicuci bersih dan dimasukkan ke kemasan, serta ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum digunakan,” pungkas Hadi. (Loebis)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Setelah Liburan Lebaran, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Berbagai Daerah Mengalami Kenaikan

KPK Kembali Operasi Tangkap Tangan, Kali Ini Bupati di Wilayah Sumatera Selatan

JAKARTA – Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin-Sumatera Selatan, pada Jumat (15/10/2021) malam....

Bos Akun Youtube ‘Aktual TV’ Raup Miliaran Rupiah dari Konten Hoaks, Dibekuk Polisi

JAKARTA -- Polda Metro Jaya melalui Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Direktur BSTV Bondowoso, Arief Zainurrohman  (AZ), sebagai tersangka postingan diduga hoaks dan berbau Suku, Agama dan...

Bukan Jabatan Ketua, Serunya Berebut Sekretaris DPC di Muscab PPP Kabupaten Bogor

BOGOR -- Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Bogor menetapkan sejumlah keputusan strategis dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX di Puncak,...

Pemimpin NU Harus Berani Lawan Intoleransi dan Radikalisme di Tanah Air

KEDIRI -- Para ulama atau kiai sepuh ternyata menginginkan agar figur yang nanti menjadi ketua umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) adalah pemimpin yang berani...

Peningkatan Nilai Tambah Industri Sangat Penting untuk Kepentingan Rakyat

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa nilai tambah dari industri energi dan mineral di Tanah Air harus terus ditingkatkan. Oleh karena nilai tambah yang...
- Advertisement -

Related news

Tuntaskan Masalah Pertanahan, Kabupaten Bogor Bentuk Gugus Tugas Reforma Agraria

BOGOR -- Guna menyelesaikan permasalahan pertanahan di Bumi Tegar Beriman yang kerap terjadi dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor...

BNNP Bengkulu Gagalkan Penyelundupan 6 Karung Ganja

BENGKULU -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu sukses gagalkan upaya  penyelundupan ganja sebanyak 6 karung yang terdiri dari 5 karung berisi 25...

KPK Kembali Operasi Tangkap Tangan, Kali Ini Bupati di Wilayah Sumatera Selatan

JAKARTA – Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin-Sumatera Selatan, pada Jumat (15/10/2021) malam....

Arus Bawah Ingin Usep Supratman Jabat Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor

BOGOR -- Meski pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor berjalan kondusif dan sukses menelurkan sejumlah keputusan penting,...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here