Kabarindo24jam.com | Cibinong – Forum Ormas Islam Kabupaten Bogor menilai peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bogor bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum penguatan syiar Islam dan pembinaan generasi muda. Kegiatan tersebut berlangsung meriah, mulai dari pawai obor hingga puncak acara di Masjid Nurul Wathon.
Menurut Ketua Forum Ormas Islam Kabupaten Bogor, Miad Mulyadi, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah daerah. Ia menyebut peran Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade menjadi faktor penting dalam terselenggaranya acara secara lancar dan sukses.
“Forum Ormas Islam Kabupaten Bogor mengapresiasi kepada jajaran aparatur penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Bogor, khususnya Pak Rudy Susmanto selaku bupati dan Pak Jaro Ade sebagai wakil bupati karena berkat kebijakan keduanya acara peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah terselenggara dengan sukses,” kata Miad Mulyadi.
Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap kegiatan keagamaan mencerminkan kepedulian para pengambil kebijakan terhadap penguatan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Ribuan warga yang terlibat dalam perayaan tersebut, menurutnya, menjadi bukti tingginya antusiasme sekaligus pentingnya peran pemerintah dalam memfasilitasi kegiatan bernuansa religius.
“Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Bogor yang berlangsung meriah dan diikuti ribuan warga dalam pandangan kami, adalah kepedulian yang besar dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendukung generasi muda Islam,” ujar Miad.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah memiliki makna historis penting sebagai tonggak perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. Karena itu, dukungan terhadap kegiatan seperti ini dinilai strategis untuk memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda.
Miad juga menyampaikan kebanggaannya atas keberadaan Masjid Nurul Wathon yang dinilai tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan syiar Islam di Kabupaten Bogor. Ia menyebut masjid tersebut kini berperan bersama Masjid Baitul Faidzin sebagai pusat aktivitas keagamaan masyarakat.
“Masjid Nurul Wathon selain tempat melaksanakan ibadah seperti salat lima waktu dan lainnya, saat ini menjadi pusat syiar Islam bersama dengan Masjid Baitul Faidzin,” tegasnya.
Keberadaan Masjid Nurul Wathon di lokasi strategis, lanjut Miad, membuka peluang besar untuk menjadikannya sebagai pusat pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia. Ia berharap fungsi masjid terus dioptimalkan sebagai ruang edukasi dan pembentukan karakter bagi masyarakat, khususnya kalangan muda. (Man*/)






