Kabarindo24jam.com | BOGOTA, Kolombia – Gempa bumi berkekuatan 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi, menewaskan sedikitnya 47 orang dan menyebabkan puluhan bangunan runtuh di sejumlah kota, menurut laporan terbaru yang dikutip dari pihak berwenang dan laporan lapangan.
Gempa terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa berada di dekat San José del Palmar, Departemen Chocó, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogotá. Data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menempatkan kedalaman gempa sekitar 107 kilometer.
Guncangan kuat dirasakan di sebagian besar wilayah barat Kolombia, termasuk Cali, Pereira, Manizales dan Bogotá. Badan penanggulangan bencana Kolombia melaporkan gempa dirasakan di sedikitnya sembilan departemen dan seluruh 32 ibu kota departemen.
Getaran juga dirasakan hingga negara-negara tetangga.
Pereira menjadi salah satu wilayah dengan dampak korban terbesar, dengan sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal. Korban juga tercatat di Manizales dan sejumlah wilayah di Departemen Valle del Cauca. Di Cali, sedikitnya 19 bangunan dilaporkan runtuh dan sejumlah orang masih dicari di bawah reruntuhan.
Tim penyelamat dikerahkan ke sejumlah lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Operasi pertolongan masih berlangsung karena terdapat laporan warga yang terjebak di antara puing-puing bangunan.
Tim tambahan dari Bogotá dan Medellín turut membantu operasi tanggap darurat.
Sejumlah bandara regional, termasuk di Pereira dan Manizales, sempat menghentikan atau membatasi penerbangan untuk memungkinkan pemeriksaan keselamatan terhadap fasilitas bandara.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap infrastruktur penting lainnya.
Pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana masih melakukan pendataan terhadap korban, kerusakan bangunan dan infrastruktur.
Karena proses pencarian serta verifikasi masih berjalan, jumlah korban dapat kembali berubah.
Gempa tersebut juga diikuti gempa susulan. Petugas tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan guncangan lanjutan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan sampai dinyatakan aman.
Tidak ada ancaman tsunami yang dilaporkan terkait gempa ini.
Hingga pembaruan terakhir, sedikitnya 47 orang dilaporkan meninggal dunia. Namun, angka tersebut belum merupakan jumlah final karena operasi pencarian dan pendataan korban masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.
(Ariestia / Ls/*)







