Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali pada 16 Agustus 2026, Kolom Abu Capai 357 Meter

Kabarindo24jam.com | Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, kembali mengalami erupsi pada Minggu, 16 Agustus 2026. Aktivitas vulkanik tercatat sedikitnya pada pagi dan sore hari, dengan kolom abu teramati keluar dari kawah aktif.

Laporan pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, erupsi pertama terjadi pada 09.12 WIB. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak, atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut.

Bacaan Lainnya

Kolom abu dilaporkan berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal.
Pada periode pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan durasi sekitar 59 detik.

Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau pada periode tersebut juga didominasi tremor menerus dengan amplitudo sekitar 5–30 milimeter, dengan amplitudo dominan 10 milimeter.

Aktivitas kembali dilaporkan pada 17.06 WIB. Pengamatan di sekitar kawasan gunung menunjukkan kolom abu kembali membubung dari kawah. Kolom abu sempat terlihat tebal dan keluar dalam dua kali semburan sebelum kemudian kembali menipis.

Kapal wisata yang berada di sekitar Anak Krakatau dilaporkan diminta untuk menjauh dari lokasi dan tidak mendekati kawasan kawah aktif. Dampak yang telah teridentifikasi terutama berkaitan dengan aktivitas vulkanik di sekitar gunung dan keluarnya material abu.

Status Gunung dan Zona Bahaya
Masyarakat maupun wisatawan perlu mengikuti ketentuan keselamatan yang ditetapkan petugas vulkanologi dan tidak mendekati kawasan kawah aktif.

Perkembangan aktivitas Anak Krakatau menjadi perhatian karena gunung tersebut berada di tengah Selat Sunda dan memiliki sejarah aktivitas erupsi yang dapat berubah dengan cepat. Menjadi dasar pentingnya pemantauan khusus terhadap aktivitas gunung api di kawasan Selat Sunda.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *