Kabarindo24jam.com | Nagoya, Japan – Hujan sangat lebat melanda Kota Nagoya dan sejumlah wilayah Prefektur Aichi, Jepang, Selasa, 8 September 2026. Intensitas hujan yang tinggi memicu peningkatan risiko banjir dan membuat pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi Level 4 di sejumlah wilayah yang berada dalam ancaman bahaya hidrometeorologi.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menetapkan peringatan hujan lebat dan risiko longsor pada wilayah Aichi Barat dengan status Level 4, termasuk Nagoya. Dalam sistem peringatan Jepang, Level 4 merupakan tahap ketika warga di daerah berisiko diminta segera melakukan evakuasi menuju lokasi yang aman.
Hujan ekstrem juga terpantau di sejumlah titik di Aichi. Data yang telah terverifikasi menunjukkan curah hujan mencapai sekitar 100 milimeter dalam satu jam di beberapa lokasi. Salah satu angka pengamatan yang telah dilaporkan sebelumnya mencapai 102 milimeter dalam satu jam di Noguchi, Kota Komaki.
Kondisi tersebut menunjukkan intensitas hujan yang sangat tinggi di kawasan sekitar Nagoya.
Kendati demikian, angka 104,5 milimeter dalam satu jam di Kota Nagoya yang beredar belum dapat dipastikan sebagai angka observasi resmi dari stasiun Nagoya. Karena itu, angka tersebut tidak digunakan sebagai angka final dalam laporan ini.
Hujan deras menyebabkan sejumlah wilayah perkotaan mengalami genangan. Pemerintah Kota Nagoya memiliki mekanisme penetapan wilayah sasaran evakuasi berdasarkan kenaikan muka air sungai, potensi banjir serta kondisi sistem pengendalian air.
Daftar resmi pemerintah kota mencantumkan wilayah sasaran evakuasi berdasarkan sungai dan kondisi hidrologis yang menjadi dasar penerbitan perintah evakuasi.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Sungai Tenjin (Tenjin-gawa) di Moriyama Ward.
Sistem evakuasi Kota Nagoya menetapkan wilayah sasaran berdasarkan sekolah atau distrik yang berada dalam area risiko banjir sungai. Wilayah Ōmori dan Ōmorikita termasuk kawasan yang terkait dengan mekanisme evakuasi Sungai Tenjin.
Dampak cuaca ekstrem juga terasa pada sektor transportasi. Tokaido Shinkansen, jalur kereta cepat yang menghubungkan Tokyo, Nagoya dan Osaka, mengalami pembatasan operasi akibat hujan.
Catatan operasional JR Central menunjukkan adanya penghentian perjalanan pada segmen Nagoya–Gifu-Hashima karena aturan pembatasan operasi akibat hujan.
Gangguan tersebut merupakan bagian dari prosedur keselamatan perjalanan kereta api ketika kondisi cuaca atau curah hujan melewati batas operasional.
Karena itu, status perjalanan dapat berubah mengikuti perkembangan hujan dan hasil pemeriksaan kondisi jalur. JR Central menyediakan pembaruan operasional secara berkala melalui sistem informasi perjalanan resminya.
Pemerintah Kota Nagoya sendiri telah memiliki sistem khusus untuk menangani kondisi banjir akibat kenaikan muka air sungai maupun penyesuaian operasi pompa drainase.
Penetapan Level 4 dilakukan berdasarkan kondisi sungai dan parameter bahaya yang telah ditetapkan pemerintah setempat, bukan semata-mata berdasarkan genangan di jalan-jalan. Sesuai Kondisi genangan dan risiko banjir berbeda menurut lokasi, elevasi, sungai serta intensitas hujan setempat.
(Ls/*)






