Kabarindo24jam.com | Jakarta – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi berita bohong alias hoaks di media sosial. Menurut dia, penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Agus setelah rapat bersama jajaran DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026). Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Ahmad Dasco, yang turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan kepala staf tiga matra.
“Jadi tadi membahas tentang isu-isu strategis. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat,” tutur Agus.
Menurut Agus, persebaran berita hoaks sangat masif di media sosial. Berita-berita tersebut, kata dia, tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Jadi sekali lagi saya menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Agus.
Panglima TNI juga mengimbau masyarakat melaksanakan aktivitas seperti biasa. Ia mengatakan, TNI akan terus berpatroli di berbagai wilayah agar masyarakat senantiasa aman, terlebih menjelang perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-81 RI. “Mari kita sambut dengan bergembira perayaan HUT Kemerdekaan RI, dan saya bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di wilayah di seluruh Indonesia,” kata Agus.
Lebih lanjut, TNI akan berkoordinasi dengan Polri untuk operasi pengamanan perayaan HUT ke-81 RI. “Jadi tiap wilayah kami siapkan pengamanan, tentunya secara standar operasional prosedur (SOP), kami membantu kepolisian,” kata Panglima TNI.
Sebelumnya pada Sabtu (8/8/2026), sebanyak 11.000 ribu peserta memadati kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat. Mereka mengikuti Apel Kebangsaan bertajuk “Jaga Jakarta untuk Indonesia” yang dipimpin Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri.
Apel kebangsaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas dan soliditas TNI-Polri bersama pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kondusivitas Jakarta.
“Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini diikuti personel TNI-Polri, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran sekitar 11.000 peserta menunjukkan kuatnya komitmen seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman, damai, dan harmonis,” tulis Penerangan Kodam Jaya/Jayakarta.
Dalam suasana penuh kebersamaan tersebut, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban Jakarta bukan semata-mata menjadi tanggung jawab TNI-Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. (Cok/*)







