Jenderal Djamari ‘Ingatkan’ Perang Terhadap Narkotika Tidak Mungkin Hanya Andalkan BNN

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa perang terhadap narkotika saat ini bukan lagi sekadar agenda penegakan hukum, melainkan perjuangan menyelamatkan masa depan bangsa.

Djamari menegaskan ancaman narkotika telah berkembang menjadi persoalan multidimensi yang mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dinilai bukan hanya melahirkan persoalan kriminalitas, tetapi juga merusak generasi produktif yang menjadi tumpuan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Bacaan Lainnya

“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, mari kita bergerak bersama menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya narkotika,” tegas mantan Panglima Kostrad itu dalam keterangannya yang dikutip, Senin (27/7/2026).

Djamari menekankan keberhasilan pemberantasan narkotika tidak mungkin hanya mengandalkan lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun aparat penegak hukum. Menurutnya, perang melawan narkoba membutuhkan kolaborasi nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

Yaitu pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, institusi pendidikan, keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat. Pendekatan kolaboratif, kata Djamari, menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Pemberantasan narkotika bukan hanya tugas negara dan aparat penegak hukum. Ini adalah tugas dunia dan akhirat untuk menyelamatkan manusia, menyelamatkan bangsa kita ke depan,” ujar Djamari yang mendapatkan pangkat kehormatan Jenderal bintang empat bersamaan dengan pelantikannya sebagai Menko Polkam pada akhir 2025 lalu.

Sebagai simbol komitmen pemerintah yang tidak memberi ruang bagi kejahatan narkotika, Menko Polkam memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkotika yang telah memiliki kekuatan hukum tetap saat mewakili Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN di Bogor – Jawa Barat, pada Kamis (23/7).

Menko Polkam juga memberikan motivasi kepada seluruh jajaran BNN agar tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang semakin kompleks.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat strategi nasional melalui pendekatan yang komprehensif, mencakup pencegahan, edukasi, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing global sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (Cok/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *