Kabarindo24jam.com | BERLIN – Jerman masih menghadapi kesenjangan tenaga kerja terampil di berbagai sektor. Kondisi tersebut mendorong perusahaan dan lembaga perekrutan di negara Eropa itu memperluas pencarian tenaga profesional dari luar negeri, termasuk kawasan Asia.
Berdasarkan angka yang diberitakan EuroAsia.News, terdapat sekitar 370.000 posisi tenaga kerja terampil yang belum dapat diisi oleh pencari kerja dengan kualifikasi sesuai. India dan Vietnam termasuk negara Asia yang menjadi sasaran program perekrutan dan pelatihan tenaga kerja Jerman.
Situasi ini membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya mereka yang memiliki pendidikan vokasi, sertifikasi profesi, pengalaman kerja, serta kemampuan bahasa asing.
Angka kekurangan tenaga kerja tersebut tidak boleh diartikan sebagai 370.000 lowongan yang seluruhnya tersedia bagi pekerja asing. Kebutuhan perusahaan berbeda-beda menurut profesi, wilayah, kualifikasi, dan persyaratan izin kerja.
Peluang bagi Indonesia bukan sekadar kemungkinan. Pemerintah Indonesia telah memiliki jalur penempatan tenaga kerja melalui kerja sama antarpemerintah dengan Jerman.
Salah satu program yang berjalan adalah Triple Win, yaitu kerja sama penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke Jerman yang melibatkan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kementerian P2MI,
Badan Ketenagakerjaan Federal Jerman, dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).
Bahkan, pengumuman resmi Kementerian P2MI pada 25 Februari 2026 menyebutkan adanya permintaan kebutuhan sebanyak 300 perawat Indonesia untuk penempatan di Jerman pada 2026, melalui skema Government to Government
Bidang penempatan yang dicantumkan meliputi:
Perawatan geriatri atau lansia.
Unit perawatan intensif.
Bangsal perawatan umum.
Bangsal medis dan bedah.
Ruang operasi.
Neurologi dan ortopedi.
Psikiatri
Pada Juni 2026, pemerintah Indonesia dan Jerman juga menyepakati Letter of Intent (LoI) terkait Global Skills Partnership yang berfokus pada bidang keperawatan.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pelatihan dan kesiapan tenaga kesehatan Indonesia sebelum memasuki pasar kerja Jerman
Menurut data kebutuhan tenaga kerja Jerman dan jalur perekrutan yang telah tersedia, terdapat beberapa bidang yang dapat menjadi perhatian calon pekerja Indonesia.
Bidang pekerjaan Peluang dan persyaratan utama
Perawat Pendidikan keperawatan, pengakuan kualifikasi, bahasa Jerman.
Konstruksi Kompetensi bangunan dan pengalaman kerja
Pengelasan Sertifikasi dan keterampilan pengelasan
Koki Pendidikan atau pengalaman kuliner
Pengemudi profesional SIM yang sesuai dan pemenuhan persyaratan Jerman
Daftar tersebut merupakan pemetaan peluang, bukan daftar lowongan aktif yang telah dipastikan tersedia bagi WNl
Salah satu tantangan utama bagi calon pekerja Indonesia adalah persyaratan bahasa dan pengakuan kualifikasi.
Untuk profesi perawat, pemerintah Jerman menetapkan sejumlah ketentuan, antara lain:
Kualifikasi pendidikan harus melalui proses pengakuan profesi.
Kemampuan bahasa Jerman umumnya minimal B2 untuk memperoleh izin praktik sebagai perawat.
Memenuhi persyaratan kesehatan dan dokumen catatan kepolisian.
Memiliki visa atau izin tinggal yang sesuai untuk bekerja.
Dalam program Triple Win, pelatihan bahasa dan pendampingan pengakuan kualifikasi menjadi bagian dari proses penempatan.
Calon pekerja migran Indonesia perlu memastikan proses perekrutan dilakukan melalui mekanisme yang sah.
Pendaftaran program G-to-G harus merujuk pada pengumuman resmi Kementerian P2MI. Calon pekerja juga perlu memeriksa legalitas perusahaan penempatan, isi kontrak, biaya, hak pekerja, serta ketentuan visa sebelum menyetujui keberangkatan.
Program perekrutan yang bertanggung jawab harus memberikan informasi transparan mengenai upah, jam kerja, tempat penempatan, asuransi, dan perlindungan pekerja.
Informasi resmi dapat diperiksa melalui:
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Make it in Germany.
Federal Employment Agency Jerman,
GIZ Jerman.
(Los/*)






