Selasa, 16 April 2024

KARAM Demokrasi Koalisi Rakyat Menggugat Demokrasi Gelar Aksi Tuntut Keadilan Pemilu 2024 di Depan Komisi Pemilihan Umum

Jakarta | kabarindo24jam – Masyarakat mengatasnamakan Koalisi Rakyat Menggugat Demokrasi menggelar aksi demontrasi lanjutan menuntut keadilan atas Proses Penyelenggaran Pemilu 2024 yang dinilai curang, penuh manipulasi dan kericuhan sejak awal proses penetapan calon kandidat capres/cawapres, masa kampanye dan hasil perhitungan suara sementara, menurut Koordinator Lapangan, Marlin Bato.

Aksi ini dilaksanakan kembali di depan Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (01/03/24) Jam 15.00 WIB diwarnai kegiatan seperti longmarch, orasi, teatrikal dan pembacaan tuntutan. Massa aksi diperkirakan mencapai 300 orang, dimana sebagian massa aksi lainnya bergabung di depan Gedung MPR/DPR menuntut kepada DPR RI atas pelaksanaan Hak Angket dalam proses penyelenggaran Pemilu 2024.

Adapun 5 tuntutan aksi dari kelompok masyarakat peduli demokrasi yang menamakan diri Karam Demokrasi, yakni:

  1. Menolak hasil pemilihan presiden dan wakil presiden yang diduga melakukan kecurangan, manipulasi dan penipuan perhitungan suara.
  2. Menuntut Audit Forensik terhadap SiRekap dan sistem perhitungan yang ada di KPU.
  3. Menuntut KPU memberikan pertanggungjawab kepada seluruh rakyat Indonesia yang meloloskan anak sulung presiden Jokowi sebagai cacat etika Mahkamah Konstitusi dan tidak legitimasi.
  4. Mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka anak presiden Jokowi sebagai calon wakil presiden.
  5. Mendesak DPR sebagai Lembaga Kekuasaan Negara (Trias Politika) segera melaksanakan Hak Angket, sebagai pertanggungjawab akan kerusakan demokrasi di Indonesia.
    Tujuan utama dari aksi ini untuk menyelamatkan (save demokrasi) atas “kemunduran atau matinya demokrasi”, perbaikan atas rusaknya konstitusi negara yang berjalan tanpa landasan etika dan moral, serta menegakkan kembali kedaulatan rakyat dari “karamnya kapal reformasi dan demokrasi” Indonesia yang sudah terjadi belakangan ini, menurut Koordinator Aksi, Tonggo Freddy.
Baca Juga :  G20 Hasilkan Deklarasi Bersama, Indonesia Upayakan Solusi Terbaik

Sebagai penutup, Aksi ini akan terus dilakukan oleh Koalisi Rakyat Menggugat Demokrasi dan berharap masyarakat tersadarkan dan mengambil peran proaktif dalam penegakkan reformasi dan demokrasi yang sehat dan bermatabat berlandaskan etika dan moral.


Adapun aksi sempat memanas pada pukul 18:00 karena pihak perwakilan tidak ada yang menemui para peserta aksi,setelah jam 18:30 massa aksi membubarkan duri dengan tertib dan damai,berjanji akan kembali dengan massa yang lebih banyak lagi sampai KPU mau mendengarkan dan mau menerima peserta aksi.

Penulis : Louis

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini