Kabarindo24jam.com | Bogor -Konflik di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian memanas setelah dua tokoh penting partai dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut menyasar Wakil Ketua Umum PPP Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal PPP Taj Yasin atas dugaan pemalsuan dokumen serta Kartu Tanda Anggota (KTA).
Laporan resmi diajukan pada Jumat (12/6/2026) dan tercatat dengan nomor LP/B/4244/VI/2026/SPKT/Polda Metro Jaya. Kuasa hukum Ketua DPC PPP Jakarta Selatan, Dal Lyckhen, menyebut terdapat dua laporan yang diajukan secara terpisah, masing-masing terkait dugaan pemalsuan KTA dan dokumen internal partai. “Hari ini ada dua pelapor. Yang satu melaporkan terkait dengan dugaan pemalsuan KTA, yang satu melaporkan terkait dengan dugaan pemalsuan dokumen,” kata Lyckhen di Polda Metro Jaya.
Ketua DPC PPP Jakarta Selatan H. M. Nasir mengungkap adanya kejanggalan dalam penerbitan KTA atas nama Agus Suparmanto yang dinilai tidak melalui prosedur organisasi. Ia menegaskan, pihak DPC tidak pernah menerima laporan maupun memberikan rekomendasi terkait penerbitan kartu tersebut. “Terkait dengan KTA, kami dari DPC Jakarta Selatan belum pernah merasa ada laporan-laporan atau merekomendasikan untuk KTA tersebut,” ujar Nasir.
Menurut Lyckhen, dugaan pemalsuan KTA tidak dapat dipisahkan dari persoalan dokumen internal partai yang disebut tidak melalui mekanisme resmi. Ia menyebut dua pihak yang dilaporkan berinisial AS dan TY, dengan latar belakang berbeda dalam struktur partai. “Terlapornya yang pertama inisialnya AS, yang kedua inisialnya TY. Yang satu pengurus partai, yang satu bukan,” ucapnya.
Dugaan pelanggaran ini dinilai berdampak luas terhadap stabilitas organisasi. Nasir menyebut, situasi semakin tidak kondusif karena adanya pihak yang diduga belum sah sebagai kader namun bertindak atas nama partai. “Ada pihak yang tidak sah sebagai kader merasa punya hak untuk dipilih hingga mengeluarkan statement,” kata dia, seraya menambahkan bahwa aktivitas tersebut juga kerap dilakukan di luar kantor resmi DPP PPP dan memicu keresahan di kalangan kader. (Man*/)







