Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kesiapan lembaga pendidikan penerbang dinilai sangat penting dalam mendukung modernisasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Sebab modernisasi yang tengah berlangsung akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan penerbang untuk mengawaki berbagai jenis pesawat, baik pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, maupun pesawat tanpa awak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat memberikan pengarahan kepada para instruktur penerbang dan navigator Wingdik 100/Terbang di Gedung Jupiter Wingdik 100/Terbang, Komando Pendidikan dan Latihan TNI AU (Kodiklatau), Yogyakarta, Jumat (7/8/2026).
Peningkatan kebutuhan tersebut, kata Marsekal Tonny, tentunya harus diimbangi dengan kemampuan lembaga pendidikan penerbang dalam menghasilkan sumber daya manusia yang profesional. Penambahan jumlah penerbang tidak boleh mengurangi kualitas pendidikan yang diberikan.
“Kondisi tersebut menuntut kesiapan lembaga pendidikan penerbang agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional tanpa mengurangi kualitas pendidikan,” ungkap Tonny dalam keterangannya yang dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Minggu (9/8/2026).
Seiring dengan percepatan modernisasi alutsista, tambah mantan Panglima Komando Kogabwilhan II ini, pembangunan kekuatan udara juga membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, termasuk infrastruktur pendukung, kapasitas pendidikan, dan kesiapan personel yang mampu mengoperasikan teknologi baru.
“Karena itu, TNI AU terus mengoptimalkan pendidikan di lingkungan TNI AU, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan penerbangan sipil maupun luar negeri sesuai kebutuhan. Tentu saja penguatan organisasi pendidikan penerbang juga menjadi bagian dari upaya tersebut,” tutur Tonny.
Di akhir pengarahan, KSAU Tonny Harjono berpesan kepada para instruktur penerbang dan navigator untuk terus menjaga profesionalisme, disiplin, dan semangat pengabdian dalam menjalankan pengabdian serta pelaksanaan tugasnya.
“Mereka diharapkan mampu mencetak penerbang TNI AU yang andal guna mendukung terwujudnya TNI Angkatan Udara yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis (AMPUH),” imbuh Marsekal Tonny yang pernah menjabat Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AU tersebut. (Cok/*)







