Selasa, 26 Oktober 2021

Militer Myanmar Seret Pemimpin Demokrasi ke Pengadilan, PBB Desak Pembebasan

YANGOON — Pemimpin Liga Nasional Demokrasi (LND), partai pemenang pemilihan umum Myanmar pada 2020 sekaligus pemimpin utama negara yang digulingkan militer, Aung San Suu Kyi, akan menjalani proses peradilan dirinya mulai minggu depan atau pekan ketiga Juni 2021.

Peraih Nobel itu telah dikenai serangkaian tuduhan kriminal termasuk melanggar pembatasan virus corona selama kampanye pemilihan tahun lalu. Yang menarik dan menggelikan, Suu Kyi dituduh memiliki walkie-talkie tanpa izin.

“Kami akan mendapatkan kesaksian dari penggugat dan saksi mulai dari sidang berikutnya. Dan dijadwalkan pada Senin, 14 Juni sidang itu,” ujar pengacara Min Min Soe setelah bertemu dengan Aung San Suu Kyi yang ditahan di ibu kota Naypyidaw, Senin 7 Juni 2021.

Sementara itu, utusan khusus PBB kembali mendesak junta Myanmar untuk membebaskan seluruh tahanan politik dan segera bergabung dalam pembahasan konsensus regional untuk menghentikan kekacauan akibat kudeta.

Pada bulan April lalu, 10 negara ASEAN termasuk Myanmar telah melahirkan lima poin kesepakatan yang menyerukan diakhirinya kekerasan, pembicaraan politik dan penunjukan utusan khusus regional.

Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi dan Erywan Pehin Yusof, menteri luar negeri kedua Brunei yang menjadi pemimpin ASEAN periode ini, mengunjungi Myanmar pada Jumat (4/6/2021) dan menyerahkan nama-nama calon yang diusulkan oleh negara-negara anggota ASEAN kepada junta.

Baca Juga :  DPR Amerika Serikat Makzulkan Trump, Senat Menolak

Pernyataan ASEAN tertanggal 5 Juni, menyebutkan tujuan kunjungan itu adalah untuk membahas bagaimana Myanmar akan mencapai solusi damai untuk kepentingan rakyatnya dengan menerapkan lima poin yang telah disepakati sebelumnya.

Utusan ASEAN yang datang ke Myanmar juga menyerukan pembebasan semua tahanan politik, termasuk perempuan dan anak-anak dan orang asing. Permintaan tersebut tidak berdasarkan konsensus tetapi didukung oleh banyak anggota ASEAN.

Sebagai informasi, militer mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari 2021. Namun junta militer telah gagal untuk memaksakan kontrol atas negara secara utuh. Keadaan justru kian memburuk dengan serangkaian unjuk rasa diwarnai aksi kekerasan yang terjadi di berbagai daerah.

Pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi, termasuk di antara lebih dari 4.500 orang yang ditahan sejak kudeta. Setidaknya, hampir seribuan orang telah tewas dalam serangkaian bentrokan antara pengunjuk rasa dan pihak keamanan. (AFP/Rtr)

- Advertisement -

Latest news

Abaikan Dukungan Oposisi, Leni Robredo Maju ke Pilpres Filipina Lewat Jalur Independen

MANILA -- Politisi perempuan terpopuler yang saat ini menjabat Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo, akhirnya memberikan kepastian bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai kandidat presiden...
Baca Juga :  Era Baru, Kesultanan Oman Kini Punya Putera Mahkota

Pemilihan Presiden Filipina Dimulai, Koalisi Oposisi Usung Wapres Leni Robredo

MANILA - Pamor Wakil Presiden (Wapres) Filipina, Leni Robredo, kini kian mengkilap setelah ditetapkan oleh Koalisi oposisi Filipina sebagai kandidat Presiden dalam Pemilihan Umum...

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM - Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya...

Rezim Militer Myanmar Makin Brutal, Inggris Berikan Sanksi Baru

LONDON -- Gejolak politik dan keamanan pasca kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar sejak awal Februari lalu, hingga saat ini belum juga berakhir. Situasi...

Pemimpin Oposisi Serukan Dukungan Kepada Perdana Menteri Pilihan Raja Malaysia

KUALA LUMPUR -- Ismail Sabri Yaakob resmi dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-9 oleh Raja Malaysia, Sultan Abdullah Riayatuddin Mustafa Billah Shah pada Sabtu (21/8/2021)....
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here