Rabu, 17 Agustus 2022

Orang Intelijen Dipercaya Presiden untuk Memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana

JAKARTA – Mayor Jendral (Mayjend) TNI Suharyanto dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara Jakarta, Rabu (17 /11/2021) menggantikan Letjen TNI Ganip Warsito yang memasuki masa pensiun pada akhir November 2021.

Usai pelantikan di Istana Presiden, Suharyanto dan Ganip langsung mengadakan acara Serah Terima Jabatan yang dihelat di Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh seluruh pejabat BNPB.

Atas pelantikan tersebut, maka Mayjen TNI Suharyanto menjadi Kepala BNPB ke-5 dari yang sebelumnya menjabat yakni mulai dari Mayor Jenderal TNI (Purn) Syamsul Maarif, Laksamana Muda TNI (Purn) Williem Rapangilei, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo dan Letjen TNI Ganip Warsito.

Dalam acara sertijab tersebut, Letjen TNI Ganip Warsito memberikan selamat sekaligus dukungan penuh kepada Mayjen TNI Suharyanto. Menurut Ganip, keputusan Presiden Jokowi melantik lulusan Akademi Militer angkatan 1989 itu sebagai nahkoda baru dalam penanggulangan bencana di Indonesia adalah sangat tepat.

Ganip menilai sosok Mayjen TNI Suharyanto memiliki kapasitas dan segudang prestasi yang dapat mendukung penanganan bencana di Tanah Air sesuai UU Nomor 24 Tahun 2007.

“Saya ucapkan selamat atas dilantiknya Mayjen Suharyanto sebagai Kepala BNPB yang baru. Saya yakin adinda bisa melakukan tugas ini dengan baik. Saya percaya saya mengenal adinda Suharyanto ini sejak beliau masih Letnan sampai sekarang. Selalu bekerja dengan baik dan tidak ada cacat satu pun,” ujar Ganip dalam keterangan tertulisnya.

Pada kesempatan itu, Mayjen Suharyanto mengungkapkan bahwa menggantikan posisi Letjen Ganip Warsito sebagai Kepala BNPB tentunya tidak mudah. Suharyanto menilai sosok Ganip Warsito adalah jenderal senior yang selalu menolong juniornya untuk dapat naik ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca Juga :  KPK Taat Hukum, Putusan MK dan MA Harus Dilaksanakan

Melalui pelantikan dan sertijab yang telah dilaksanakan tersebut, Suharyanto sekaligus memohon dukungan dari seluruh pihak, khususnya keluarga BNPB agar penanggulangan bencana di Tanah Air dapat lebih maksimal dan membawa perubahan menjadi lebih baik lagi.

“Saya memohon dukungan dari rekan-rekan sekalian. Mari kepercayaan yang diberikan oleh bapak presiden yang selama ini sudah ditunjukkan dengan sangat baik oleh para pendahulu kami, khususnya yang telah ditunjukkan oleh Letjen Ganip Warsito dan para senior ini bisa kita lanjutkan,” imbuhnya.

Sebelum didaulat Presiden sebagai Kepala BNPB yang baru, Letjen TNI Suharyanto sebelumnya memangku jabatan sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya.

Karir militer pria kelahiran Cimahi 8 September 1967 itu diawali dari Akmil (1989) kecabangan infanteri, Sesarcabif, Diklapa I, Diklapa II, Seskoad, Susdanyon, Susdandim, Sesko TNI dan Lemhanas.

Lulusan terbaik Sesko TNI 2013 itu juga pernah menjabat sebagai Danton, Danko, Pasi Yonif Linud 612/Modang pada 1989-1998, Gumil Pussenif pada 1999, Pabandya Ops Sopsdam V/Brawijaya periode 2003-2004, Danyonif 516/Caraka Yudha pada 2004-2005, Danyonif 500/Raider tahun 2005-2006, Dandim 0832/Surabaya Selatan pada 2006.

Selanjutnya, Kasi Intel Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Danrem 051/Wijayakarta periode 2015-2016, Karopeg Settama BIN pada 2016-2017, Dir Kontra Separatisme Deputi III BIN periode 2017-2018, Kasdam Jaya tahun 2018-2019, Sesmilpres Kemensetneg RI periode 2019-2020, Pangdam V/Brawijaya pada 2020—2021. (***/Tian)

Latest news

Baca Juga :  Kiai Said Siap Pertahankan Kursi Ketua Umum PBNU, Kader Desak Regenerasi

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...

Ketum PAN Jabat Menteri Perdagangan, Eks Panglima TNI Jadi Menteri ATR

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melakukan reshuffle dengan melantik Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN) Zulkifli Hasan dan mantan Panglima TNI...

Dari 435, Cuma 123 Pemda yang Kembangkan E-Katalog Lokal

JAKARTA - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) merilis data terbaru tentang komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) terkait e-katalog lokal. Berdasarkan catatan LKPP, 123 Pemda...

Wali Kota se-Indonesia Tak Bisa Hapus Tenaga Honorer di 2023

BOGOR -- Larangan mempekerjakan tenaga honorer bagi instansi pemerintah (khususnya di daerah) mulai 2023 nanti, dipastikan bakal berdampak serius bagi pemerintah daerah. Untuk itu,...

Prabowo Ungkap Pandangan soal Tantangan dan Kebijaksanaan

JAKARTA -- Berbicara dalam forum diskusi internasional bertajuk "Mengelola Persaingan Geopolitik di Kawasan Multipolar" di Singapura, baru-baru ini, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengatakan,...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here