Kabarindo24jam.com | SIBOLGA, Indonesia – Personel misi Pacific Partnership 2026 (PP26) tiba di Sibolga, Indonesia, menggunakan kapal pendarat amfibi kelas Bay milik Angkatan Laut Kerajaan Australia, HMAS Choules (LSD 100), pada 20 Juli 2026. Kedatangan ini menandai perhentian misi kedua dari rangkaian misi kesiapsiagaan bencana dan bantuan kemanusiaan multinasional tahunan terbesar Angkatan Laut AS di kawasan Indo-Pasifik.
Kunjungan ini menandai kehadiran Pacific Partnership yang ketujuh kalinya di Indonesia sejak misi perdana pada 2006. Misi kali ini melibatkan unsur pasukan dari negara-negara mitra yang terdiri atas Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.
Kunjungan misi PP26 di Sibolga dan wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dan sekitarnya difokuskan pada serangkaian program yang telah direncanakan guna meningkatkan kerja sama multilateral antara negara tuan rumah dan negara mitra. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan kawasan dalam merespons keadaan darurat bencana secara cepat dan tanggap.
“Sejarah Sibolga belakangan ini menceritakan kisah ketangguhan dalam menghadapi bencana alam, serta mengingatkan kita bahwa kesiapsiagaan bencana adalah upaya kolektif untuk membangun ketahanan pada hari ini demi menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Kapten Angkatan Laut AS, Robert Reyes, selaku Komandan Misi PP26. “Menjelang dimulainya kunjungan misi di Indonesia ini, kami merayakan ketangguhan masyarakat di sini sekaligus menyambut peluang untuk berkolaborasi dan bertukar keahlian demi pembelajaran bersama.”
Kegiatan PP26 diawali dengan upacara pembukaan pada 21 Juli yang dihadiri oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik; Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu; Panglima Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Komando Armada RI, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung; Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Markas Besar TNI, Brigadir Jenderal TNI Hadi Juanda; Wakil Kepala Pusat Kesehatan Markas Besar TNI, Laksamana Pertama TNI Tjahja Nurrobi; Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut AS, Laksamana Muda David Buzzetti; serta para pejabat tinggi AS dan Indonesia lainnya.
“Pacific Partnership menunjukkan komitmen berkelanjutan Amerika Serikat dan Indonesia untuk memperkuat ketahanan regional melalui kerja sama yang nyata,” kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Jakarta Joy Sakurai. “Bersama Indonesia dan mitra multinasional, kami membangun hubungan dan meningkatkan kemampuan yang dapat menyelamatkan nyawa, serta mendorong terciptanya kawasan Indo-Pasifik yang lebih aman.”
Misi PP26 ini akan berlangsung hingga 1 Agustus, di mana personel misi, negara mitra, dan personel Indonesia akan bekerja berdampingan menyelesaikan serangkaian kegiatan khusus yang berfokus pada empat bidang utama: zeni/teknik, medis, manajemen bencana, dan sosialisasi masyarakat tuan rumah. Berbagai program tersebut mencakup pembangunan ruang kelas baru serta renovasi dua gedung sekolah; lokakarya taktis dan praktik langsung untuk mengembangkan serta mengasah keterampilan dalam merespons bencana alam; perencanaan penanggulangan bencana di dua rumah sakit; serta pertukaran materi di bidang medis. Selain itu, grup musik Pacific Partnership juga akan tampil memeriahkan berbagai acara sosial.
Memasuki edisi ke-22, rangkaian Pacific Partnership merupakan misi kesiapsiagaan manajemen bencana dan bantuan kemanusiaan multinasional tahunan terbesar yang dilaksanakan di Indo-Pasifik. Pacific Partnership bekerja secara kolaboratif dengan negara tuan rumah dan negara mitra untuk meningkatkan interoperabilitas kawasan dan kemampuan tanggap bencana, meningkatkan keamanan dan stabilitas wilayah, serta memupuk persahabatan yang baru dan bertahan lama di kawasan Indo-Pasifik.
Armada Ke-7 AS, selaku armada bernomor yang ditempatkan di pangkalan garis depan (forward-deployed) terbesar milik Angkatan Laut AS, secara rutin berinteraksi dan beroperasi bersama para sekutu dan mitra demi menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Armada Pasifik AS mengerahkan pasukan angkatan laut siap tempur untuk mempertahankan wilayah kedaulatan dan kepentingan AS, memberikan daya tangkal yang kredibel, serta memperkuat aliansi dan kemitraan AS guna memastikan terciptanya kawasan yang aman dan sejahtera.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan konten multimedia dari Pacific Partnership 2026, ikuti tagar #PacificPartnership, #PP26, dan #PacificPartnership26 di media sosial, atau kunjungi tautan berikut: https://www.dvidshub.net/feature/PacificPartnership
Foto Angkatan Laut AS oleh Kepala Spesialis Komunikasi Massa Paolo Peredo

Foto Angkatan Laut AS oleh Kepala Spesialis Komunikasi Massa Paolo Peredo
Follow @USEmbassyJKT for breaking news
For more information, please contact the U.S. Embassy Press Office.
U.S. Embassy Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3-5, Jakarta Pusat 10110, Indonesia
Phone: +622150831000
(LS/*)







