Kamis, 17 Juni 2021

Partai Demokrat Runtuh Akibat Proyek Hambalang, KPK Didesak Usut Tuntas !!

JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Max Sopacua, mengemukakan bahwa Hambalang Sport Center, Sentul, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, merupakan awal sejarah runtuhnya elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Proyek Wisma Atlet Hambalang, menurut Max Sopacua, adalah sumbu penderitaan para kader yang terjebak kesalahan lantaran kasus korupsi Mega proyek Hambalang yang menghabisi karir politik Anas Urbaningrum, Ketua Umum waktu itu yang ditinggalkan oleh SBY.

“Tempat inilah salah satu bagian yang meruntuhkan elektabilitas PD. Tetapi ada juga yang menikmati hasil dari sini, tidak tersentuh hukum sampai hari ini. Mudah-mudahan segera,” ujar Max dalam jumpa pers di kawasan wisma atlet Hambalang, Kamis (25/3/2021).

Atas hal itu, Max menyerukan kepada lembaga hukum dalam hal ini KPK untuk menindaklanjuti apa yang belum dilanjutkan dalam kasus yang membuat Anas urbaningrum terjungkal dari kursi Ketua Umum Demokrat dan mantan Menteri Pemuda Olahraga yang juga eka Sekjend Partai Demokrat Andi Malarangeng .

“Kemudian ada saksi-saksi terhadap siapa saja orang yang menikmati aliran dana korupsi proyek Hambalang ini, jangan dibiarkan orang lain menderita dan jangan biarkan orang lain senang-senang malah bagai raja nanti di Partai Demokrat,” kata tokoh senior Demokrat itu .

Dalam kesempatan itu, Max juga tegas membantah pernyataan kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal perusak Partai Demokrat. Menurutnya, bukan dia dan inisiator KLB yang merusak partai akan tetapi pelaku-pelaku yang tidak bertanggungjawab pasca proyek Hambalang mangkrak.

Baca Juga :  Polri TV dan Radio Diluncurkan untuk Informasi, Edukasi dan Pendekatan ke Masyarakat Luas

“Kami para senior yang disebut AHY dan teman-temannya, saudara Yan Harahap dan Jansen Sitindaon, sebagai perusak PD. Ini manusia yang tidak punya hati dan tidak tahu sejarah. Kalau dia tau sejarah Demokrat dia tidak pernah akan bilang kami perusak Demokrat,” tutur Max.

“Kenapa dia tidak bilang Hambalang perusak Demokrat! Kenapa dia tidak menyebut orang yang tak tersentuh hukum dan bernaung di dalam kelompok mereka. Malah kami yang dibilang perusak Demokrat. Kami para senior, dia tidak punya otak, dia intelektual tapi otaknya di dengkul,” tambahnya.

Max mengatakan, pihaknya nekat membuat jumpa pers di Hambalang lantaran tempat itu merupakan bagian integral dari sejarah bagaimana Partai Demokrat elektabiltas mulai menurun. Dari 20,4 persen menjadi 10,2 peran dan saat ini tinggal 7,3 persen.

“Saya pelaku sejarah, kalau saya dibilang perusak Demokrat mari kita berdebat bahwa kami pelaku untuk merusak Demokrat. Terutama orang-orang AHY yaitu Yan dan Jansen, kita berjumpa di media mana saja. Kita tunggu untuk menyampaikan siapa yang merusak Demokrat sebenarnya!,” tegasnya.

Terkait dengan keabsahan pengurus DPP versi KLB, Max meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly untuk menandatangani berkas hasil KLB Deli Serdang. “Menkumham tandatanganilah SK KLB di Deli Serdang itu sebagai satu satunya pemilik Demokrat di Indonesia,” pungkas Max. (***/Husni)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Berbahaya!! Masyarakat Cenderung Mempercayai Asumsi Daripada Kebenaran

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...

Hendropriyono Merasa Terhina atas Pemberitaan Dirinya Melobi Presiden untuk Menantunya

JAKARTA -- Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono atau sering disebut A.M. Hendropriyono merasa geram dan terhina atas...

Inggris Bersama Belanda dan Austria Petik Kemenangan Tipis di Penyisihan Euro 2020

LONDON -- Laga babak penyisihan grup Euro 2020 tadi malam, Minggu hingga Senin (14/6/2021) dini hari WIB, menyajikan tiga pertandingan. Di stadion Wembley, timnas Inggris...
- Advertisement -

Related news

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...

Dinkes Kesehatan Kabupaten Bogor Kerahkan 101 Puskesmas untuk Intens Lakukan 3T

CIBINONG - Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menginstruksikan 101 Puskesmas...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here