Minggu, 3 Juli 2022

Partai Demokrat Runtuh Akibat Proyek Hambalang, KPK Didesak Usut Tuntas !!

JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Max Sopacua, mengemukakan bahwa Hambalang Sport Center, Sentul, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, merupakan awal sejarah runtuhnya elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Proyek Wisma Atlet Hambalang, menurut Max Sopacua, adalah sumbu penderitaan para kader yang terjebak kesalahan lantaran kasus korupsi Mega proyek Hambalang yang menghabisi karir politik Anas Urbaningrum, Ketua Umum waktu itu yang ditinggalkan oleh SBY.

“Tempat inilah salah satu bagian yang meruntuhkan elektabilitas PD. Tetapi ada juga yang menikmati hasil dari sini, tidak tersentuh hukum sampai hari ini. Mudah-mudahan segera,” ujar Max dalam jumpa pers di kawasan wisma atlet Hambalang, Kamis (25/3/2021).

Atas hal itu, Max menyerukan kepada lembaga hukum dalam hal ini KPK untuk menindaklanjuti apa yang belum dilanjutkan dalam kasus yang membuat Anas urbaningrum terjungkal dari kursi Ketua Umum Demokrat dan mantan Menteri Pemuda Olahraga yang juga eka Sekjend Partai Demokrat Andi Malarangeng .

“Kemudian ada saksi-saksi terhadap siapa saja orang yang menikmati aliran dana korupsi proyek Hambalang ini, jangan dibiarkan orang lain menderita dan jangan biarkan orang lain senang-senang malah bagai raja nanti di Partai Demokrat,” kata tokoh senior Demokrat itu .

Dalam kesempatan itu, Max juga tegas membantah pernyataan kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal perusak Partai Demokrat. Menurutnya, bukan dia dan inisiator KLB yang merusak partai akan tetapi pelaku-pelaku yang tidak bertanggungjawab pasca proyek Hambalang mangkrak.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tegaskan Kegiatan Usaha Besar Harus Libatkan UMKM

“Kami para senior yang disebut AHY dan teman-temannya, saudara Yan Harahap dan Jansen Sitindaon, sebagai perusak PD. Ini manusia yang tidak punya hati dan tidak tahu sejarah. Kalau dia tau sejarah Demokrat dia tidak pernah akan bilang kami perusak Demokrat,” tutur Max.

“Kenapa dia tidak bilang Hambalang perusak Demokrat! Kenapa dia tidak menyebut orang yang tak tersentuh hukum dan bernaung di dalam kelompok mereka. Malah kami yang dibilang perusak Demokrat. Kami para senior, dia tidak punya otak, dia intelektual tapi otaknya di dengkul,” tambahnya.

Max mengatakan, pihaknya nekat membuat jumpa pers di Hambalang lantaran tempat itu merupakan bagian integral dari sejarah bagaimana Partai Demokrat elektabiltas mulai menurun. Dari 20,4 persen menjadi 10,2 peran dan saat ini tinggal 7,3 persen.

“Saya pelaku sejarah, kalau saya dibilang perusak Demokrat mari kita berdebat bahwa kami pelaku untuk merusak Demokrat. Terutama orang-orang AHY yaitu Yan dan Jansen, kita berjumpa di media mana saja. Kita tunggu untuk menyampaikan siapa yang merusak Demokrat sebenarnya!,” tegasnya.

Terkait dengan keabsahan pengurus DPP versi KLB, Max meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly untuk menandatangani berkas hasil KLB Deli Serdang. “Menkumham tandatanganilah SK KLB di Deli Serdang itu sebagai satu satunya pemilik Demokrat di Indonesia,” pungkas Max. (***/Husni)

Latest news

Baca Juga :  Uang Hibah Rp 2 Triliun Belum Bisa Dicairkan, Anak Almarhum Akidi Tio Diperiksa Polisi

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...

Partai Berkarya Gelar Upgrading Pengurus DPP untuk Hadapi Pemilu

KARAWANG -- Partai Berkarya kubu Ketua Umum Mayjend Purn TNI Muchdi Purwopranjono menggelar upgrading Pengurus DPP atau pembekalan materi khusus dalam rangka persiapan dan...

Pemilih Partai Nasdem Lebih Menghendaki Ganjar Ketimbang Anies

JAKARTA - Setelah Partai NasDem merekomendasikan tiga calon presiden 2024 hasil rakernas, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa, Lembaga survei Saiful Mujani...

Anak Mantan Bupati Bogor Soroti Penyebab Terjadinya Kasus Suap BPK

CIBINONG -- Kasus suap pejabat dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat yang menyeret Bupati Bogor (non aktif) Ade Yasin dan tiga...

Ketum PAN Jabat Menteri Perdagangan, Eks Panglima TNI Jadi Menteri ATR

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melakukan reshuffle dengan melantik Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN) Zulkifli Hasan dan mantan Panglima TNI...
- Advertisement -

Related news

Upaya Penguatan Kinerja, Kapolri Kembali Mutasi Ratusan Perwira

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak struktur di Korps Bhayangkara. Setidaknya, ada 452 anggota yang dirotasi dari jabatannya, mulai dari tingkat Kepala...

Komandan Pasukan Elite TNI AU, Kopasgat, Dijabat Taspin Hasan

BANDUNG -- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan satuan elite Komando Pasukan Gerak Cepat...

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...

Partai Berkarya Gelar Upgrading Pengurus DPP untuk Hadapi Pemilu

KARAWANG -- Partai Berkarya kubu Ketua Umum Mayjend Purn TNI Muchdi Purwopranjono menggelar upgrading Pengurus DPP atau pembekalan materi khusus dalam rangka persiapan dan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here