Kabarindo24jam.com | MILAN – Sejumlah toko dijarah dan dirusak dalam rangkaian demonstrasi yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan di Italia pada Sabtu (17/10) dan Minggu (18/10). Kota Milan menjadi salah satu titik paling terdampak, sementara insiden kekerasan juga dilaporkan terjadi di Turin, Bologna, Brescia, dan Bergamo.
Aksi tersebut berlangsung di tengah demonstrasi mengenai kenaikan biaya hidup, kondisi layanan publik, serta persoalan ekonomi. Namun, kekerasan dan penjarahan yang terjadi di sejumlah lokasi tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh wilayah Italia mengalami kerusuhan.
Pada Sabtu, demonstrasi di pusat Milan awalnya berlangsung sebagai aksi unjuk rasa. Situasi kemudian memburuk ketika sejumlah orang yang mengenakan penutup wajah melemparkan batu dan benda lain ke arah polisi, merusak toko, serta membakar sejumlah benda yang digunakan sebagai penghalang jalan.
Aparat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa. Kawasan Piazza del Duomo dan pusat perbelanjaan Galleria Vittorio Emanuele II turut terdampak, sementara stasiun metro Duomo sempat ditutup ketika bentrokan berlangsung.
Sedikitnya dua polisi terluka dalam insiden Sabtu dan sekitar 50 demonstran diamankan menurut laporan kantor berita LaPresse.
Sementara itu, 28 orang ditangkap setelah rangkaian bentrokan pada Sabtu di sejumlah kota di Italia utara.
Bentrokan Berlanjut pada Minggu
Ketegangan kembali terjadi di Milan pada Minggu (18/10).
Sejumlah demonstran melemparkan batu, merusak etalase toko, dan membakar tempat sampah di sekitar Piazza del Duomo. Polisi kembali menggunakan gas air mata dan meriam air untuk mengendalikan situasi.
Lebih dari 60 demonstran dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut, Menurut laporan Euronews juga menyebutkan kerusakan pada sejumlah toko di pusat Milan, pembakaran toilet portabel di Piazza del Duomo, serta kerusakan fasilitas jalan.
Sebanyak 25 orang dilaporkan mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit di Milan, termasuk 10 anggota aparat keamanan. Data tersebut merujuk pada laporan mengenai kejadian di Milan dan bukan keseluruhan Italia.
Di Turin, bentrokan dilaporkan melibatkan kelompok demonstran yang melemparkan botol, petasan, batu, dan benda lain ke arah aparat. Sejumlah tempat sampah serta perlengkapan teras usaha juga dilaporkan dirusak atau digunakan sebagai penghalang jalan.
Euronews melaporkan 12 orang diamankan di Turin, termasuk 10 anak di bawah umur.
Sejumlah orang disebut membawa benda yang diduga dapat digunakan untuk melakukan kekerasan.
Di Bologna, bentrokan terjadi di sekitar stasiun kereta api dan Piazza Medaglie d’Oro.
Aparat menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan kelompok yang melemparkan batu serta benda lainnya. Euronews melaporkan tujuh orang diamankan dalam insiden tersebut.
Brescia dan Bergamo juga termasuk kota di Italia utara yang disebut dalam laporan Reuters mengenai rangkaian bentrokan pada Sabtu.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam tindakan kekerasan yang terjadi selama demonstrasi. Ia menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat tidak membenarkan pembakaran, perusakan, atau tindakan yang membahayakan orang lain.
Wali Kota Milan Giuseppe Sala juga membedakan antara alasan masyarakat menggelar demonstrasi dan tindakan kekerasan yang terjadi di lapangan.
Pemerintah menghadapi tuntutan untuk menjaga keamanan publik sekaligus menangani persoalan yang menjadi latar belakang aksi.
Reuters melaporkan Meloni menjadwalkan pertemuan pemerintah pada Senin (19/10) untuk membahas situasi tersebut.
(Los/*)






