Peta 211 Suara FIFA Terbelah, Infantino Masih Didukung Afrika dan Amerika Selatan

Kabarindo24jam.com | ZURICH – Perebutan kursi Presiden FIFA 2027 mulai berubah menjadi pertarungan terbuka setelah sejumlah asosiasi sepak bola menarik dukungan terhadap Gianni Infantino, sementara blok Afrika dan sejumlah negara di Asia serta Amerika Selatan tetap berada di belakang petahana.

Krisis tersebut pecah setelah FIFA membatalkan rencana membentuk perusahaan komersial yang akan menjual hingga 20% kepentingan atas hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, dengan target penghimpunan sekitar US$4,2 miliar.
Proposal itu memicu penolakan dari sejumlah konfederasi karena dianggap tidak melalui konsultasi yang memadai.

Bacaan Lainnya

FIFA kini memiliki 211 asosiasi anggota dan masing-masing memiliki satu suara dalam Kongres FIFA. Karena itu, dukungan konfederasi tidak otomatis berarti seluruh anggota konfederasi akan memilih kandidat yang sama. FIFA sendiri menegaskan jumlah anggotanya sebanyak 211 asosiasi.

Penentangan paling terbuka datang dari Eropa. UEFA bersama AFC dan CONCACAF pada Senin (10/8) mengeluarkan surat terbuka yang menuntut peninjauan independen terhadap proses pengambilan keputusan FIFA dan mengecam apa yang mereka sebut sebagai hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

Sejumlah asosiasi Eropa telah menarik dukungan mereka atau menyatakan tidak akan memilih Infantino. Negara-negara yang telah diidentifikasi secara terbuka antara lain Finlandia, Inggris, Wales, Serbia, Swedia, Yunani, Albania, Kroasia, Jerman, Denmark, Belanda dan Norwegia. Rumania dan Republik Ceko juga disebut belum mendukung Infantino, tetapi statusnya saat laporan terbaru belum merupakan penolakan formal.

Kanada juga masuk kubu yang berseberangan. Perdana Menteri Mark Carney mengatakan dirinya tidak lagi memiliki kepercayaan kepada Infantino, sementara Canada Soccer bersama U.S. Soccer, CFU dan UNCAF menyerukan perubahan bermakna dalam tata kelola, transparansi dan akuntabilitas FIFA.

Yordania menjadi salah satu penentang non-Eropa yang paling terbuka. Presiden federasinya, Pangeran Ali bin Hussein, mengatakan federasinya tidak akan mendukung maupun memilih Infantino.

Ia sebelumnya menuduh FIFA melakukan tekanan terkait dukungan politik, tuduhan yang menjadi bagian dari konflik terbuka dengan kepemimpinan FIFA.

Di sisi berlawanan, CAF secara bulat menyatakan dukungan kepada Infantino. Konfederasi Afrika memiliki 54 asosiasi anggota, sehingga dukungan blok tersebut secara teoritis mewakili lebih dari seperempat dari 211 anggota FIFA.

Adapun federasi Afrika juga telah menyampaikan dukungan secara terbuka, antara lain Maroko, Mesir, Mauritania, Niger, Republik Demokratik Kongo, Nigeria, Komoro, Malawi, Uganda, Gambia dan Djibouti.

Pada tingkat formalitas dukungan tidak seragam: sebagian merupakan dukungan langsung dari federasi, sementara beberapa lainnya disampaikan oleh pejabat sepak bola atau tokoh federasi. Karena itu, angka tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai daftar final suara yang sudah terkunci.

Dukungan Afrika memiliki arti strategis karena setiap asosiasi memiliki satu suara. Dengan demikian, dukungan CAF dapat menjadi salah satu fondasi utama bagi upaya Infantino mempertahankan jabatan, meskipun tidak menjamin seluruh 54 suara akan diberikan kepadanya pada hari pemilihan.

Di Amerika Selatan, posisi CONMEBOL lebih hati-hati daripada CAF. Konfederasi tersebut mengkritik tindakan FIFA yang dianggap unilateral dan menyambut pembatalan rencana investasi, tetapi sekaligus menegaskan tidak akan mendukung tindakan yang mengabaikan prosedur demokratis 211 anggota FIFA. CONMEBOL belum mengumumkan secara formal daftar seluruh anggotanya yang akan memilih Infantino.

Walau demikian, sejumlah negara Amerika Selatan telah memberikan dukungan langsung. Argentina, Paraguay, Ekuador dan Bolivia sebagai negara yang menyatakan dukungan kepada Infantino setelah krisis tersebut.
Argentina menjadi negara Amerika Selatan pertama yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino.
Paraguay kemudian mengikuti langkah tersebut.

Amerika Serikat juga memiliki posisi yang lebih kompleks. U.S. Soccer bergabung dengan Canada Soccer dan organisasi regional dalam menyerukan reformasi tata kelola FIFA, tetapi Presiden Donald Trump memiliki hubungan politik yang sangat dekat dengan Infantino dan sebelumnya secara terbuka memuji kepemimpinannya dalam penyelenggaraan Piala Dunia.
Reuters pada 31 Juli melaporkan Trump mengatakan dirinya tidak pernah berbicara dengan Infantino mengenai rencana penjualan kepentingan komersial Piala Dunia kepada investor.

FIFA juga membantah laporan bahwa Infantino meminta dukungan Trump setelah rencana tersebut gagal.
Karena itu, secara jurnalistik lebih aman menyebut Trump sebagai sekutu politik Infantino, bukan memasukkan Amerika Serikat secara keseluruhan ke dalam daftar suara pendukung Infantino.

Di luar blok konfederasi, sejumlah negara telah mengumumkan dukungan secara terbuka. Di antaranya Qatar, Sri Lanka, Kuwait, Lebanon, Maroko, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Bhutan, Filipina, Meksiko, Argentina dan Paraguay. Mesir, Niger dan Mauritania juga menyatakan dukungan, meskipun tingkat formalitas pernyataannya berbeda.
Meksiko menjadi kasus penting karena berbeda dari sebagian besar suara di CONCACAF.

Federasi sepak bola Meksiko menyatakan dukungan terhadap proses institusional FIFA dan menyerukan agar pengembangan sepak bola tetap dilakukan bersama 211 anggota FIFA.
Indonesia juga berada dalam kelompok pendukung Infantino. Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya mendukung rencana investasi tersebut dan setelah rencana dibatalkan tetap menyatakan dukungan terhadap pencalonan Infantino.

Reuters memperkirakan hampir 70 dari 211 asosiasi telah menyatakan secara terbuka akan memilih Infantino, sedangkan sekitar selusin telah menarik dukungan sebelumnya atau mengatakan tidak akan memilihnya. Sisanya belum memberikan posisi publik yang cukup jelas untuk dikategorikan sebagai suara pro- atau anti-Infantino.

Dengan menggunakan angka tersebut sebagai indikator publik, bukan hasil jajak suara resmi, sedikitnya sekitar 129 asosiasi belum dapat dipastikan masuk salah satu kubu berdasarkan pernyataan yang tersedia secara terbuka.

Angka itu merupakan kelompok yang masih dapat berubah menjelang pemilihan.Peta sementara
Kelompok. Status terbaru
CAF
Dukungan bulat kepada Infantino; 54 asosiasi
UEFA
Menentang kepemimpinan Infantino
AFC
Menentang/menuntut perubahan tata kelola di tingkat konfederasi, tetapi sejumlah anggotanya mendukung Infantino
CONCACAF
Kepemimpinan konfederasi menentang Infantino; Meksiko tetap mendukung
CONMEBOL
Mengkritik prosedur unilateral, tetapi belum menyatakan dukungan kolektif kepada penantang
OFC. Belum menyatakan posisi kolektif secara publik.

Penentang/menarik dukungan
Sekitar 12 asosiasi
Belum jelas secara publik
Sekitar 129 atau lebih, tergantung perkembangan pernyataan baru
Angka “129 atau lebih” tersebut bukan jumlah resmi suara netral.

Infantino telah menyatakan akan mencalonkan diri kembali untuk periode 2027-2031. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko, 18 Maret 2027.

Batas pencalonan masih beberapa bulan lagi dan belum ada penantang resmi yang secara definitif masuk dalam daftar kandidat. Victor Montagliani, presiden CONCACAF, disebut sebagai salah satu tokoh yang mempertimbangkan pencalonan, dan sejumlah tokoh Eropa juga disebut potensial.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *