Selasa, 26 Oktober 2021

Prajurit TNI Harus Menjadi Teladan Bagi Masyarakat Umum di Masa Pandemi

JAKARTA – Kepala Staf Umum Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Letnan Jendral (Letjen) Ganip Warsito mengatakan hingga saat ini berdasarkan hasil survei, TNI masih tetap menjadi institusi yang paling dipercaya publik. Oleh karenanya, partisipasi aktif personel TNI dinilai sangat penting untuk berperan dan terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, personel TNI diharapkan dapat menjadi role model atau teladan bagi masyarakat umum dalam mematuhi dan menaati protokol kesehatan (Prokes) di masa Pandemi,” kata Letjen Ganip dalam keterangan pers yang dirilis Puspen TNI, Selasa (2/3/2021).

Ganip menambahkan, bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah berupaya menangani pandemi Covid-19 dan memulihkan perekonomian nasional. “Fokus pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 hanya dapat dicapai melalui partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. Khususnya dalam berdisiplin menegakkan Prokes,” imbuhnya.

Letjend Ganip mengatakan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Personel (Rakorpers) TNI yang diikuti 50 peserta dan sejumlah jenderal. Para jenderal yang hadir dalam rapat antara lain, Irjen TNI Letjen (Mar) Bambang Suswantono, Kabais TNI Letjen Joni Supriyanto, Danjen Akademi TNI Marsdya Tamsil Gustari Malik, para Asisten Panglima TNI dan Angkatan serta Kabalakpus TNI.

Baca Juga :  Hari Jadi ke 76, Pasukan dan Armada TNI AL Siap Siaga Tempur

Dalam kesempatan itu, Letjend Ganip juga menyinggung pembinaan personel dan tenaga manusia TNI. Dia menyebutkan hal itu adalah bagian integral dari sistem pembinaan TNI. Pembinaan yang ideal perlu mencerminkan tata fungsional dari pembinaan personel perorangan yang terdiri atas Prajurit dan PNS TNI serta dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan maupun pengendalian terhadap aspek-aspek subjek, objek, dan metode.

“Penyelenggaraan pembinaan personel dan tenaga manusia hendaknya mampu menjalankan fungsi di masing-masing pembinaan, dimana pembinaan personel mampu menjalankan lima fungsi mulai dari penyediaan, pendidikan, penggunaan, perawatan hingga pemisahan,” katanya.

Sedangkan pembinaan tenaga manusia, kata Letjen Ganip, diharapkan mampu menjalankan fungsi mulai dari pengkajian, pendayagunaan tenaga manusia hingga pengendalian penyediaan tenaga manusia. Penugasan di bidang personel memiliki tantangan dan tuntutan tugas yang dinamis dan kompleks. 

Terlebih lagi di era 4.0 yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka pejabat personel dituntut harus cepat beradaptasi, lebih kreatif dan inovatif dalam mencari solusi masalah di bidang personel.

“Ambil dan tempuh cara-cara baru yang lebih efektif dan efisen, karena pada dasarnya TNI menganut manajemen modern yang diselaraskan pada sistem dan metode pembinaan,” pungkasnya. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan TNI Lindungi Keutuhan NKRI dan Bangsa

TANJUNGPINANG -  Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad meresmikan Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Makogabwilhan) I,...
Baca Juga :  Satu Data Pertahanan Menentukan Skala Prioritas Kebutuhan Alutsista TNI

Pasukan Cadangan Diresmikan, Bergerak Atas Perintah Presiden Lewat Panglima TNI

BANDUNG -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan sekaligus menetapkan Komponen Cadangan Tentara Nasional Indonesia (Komcad TNI) Tahun Anggaran 2021 dalam upacara yang...

Canangkan Investasi Pertahanan, Presiden Jokowi Minta Alut Sista TNI Dipercanggih

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan kedepan pemerintah akan menggeser kebijakan belanja alat utama sistem pertahanan menjadi investasi pertahanan. Kebijakan itu harus dirancang sistematis,...

HUT TNI ke 76 Dirayakan Secara Sederhana, Tapi Atraksinya Megah

JAKARTA -- Dalam suasana keprihatinan akibat pandemi Covid 19, Presiden Jokowi memimpin upacara peringatan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-76 di halaman Istana Merdeka Jakarta,...

Gatot Nurmantyo Dianggap Sebagai Sosok Berbahaya Bagi Keutuhan Bangsa

JAKARTA - Pernyataan Jendral Purn Gatot Nurmantyo yang menuding Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah disusupi PKI terus menuai kritik sekaligus kecaman dari banyak pihak. Gatot,...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here