Senin, 15 April 2024

Satnarkoba Purworejo Tangkapi Pengedar Pil Sapi

PUWOREJO – Maraknya peredaran sedian farmasi atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar atau persaratan keamanan di Kabupaten Purworejo sudah meresahkan.

Satres Narkoba Polres Purworejo mendapatkan informasi adanya peredarannya yang tidak memenuhi standar atau persaratan keamanan langsung melakukan penyelidikan.

“Terbukti kali ini berhasil mengamankan DS (18) warga Jatimalang di Desa Jatimalang yang ada pada dirinya kedapatan membawa Pil warna putih ada logo Y atau banyak disebut orang Pil Sapi,” kata Kapolres Purworejo AKBP Muhammad Purbaja melalui Kasi Humas Polres Purworejo AKP Yuli Monasoni.

Dari keterangan DS tersebut diketahui bahwa Pil warna putih ada logo Y didapat dari saudara RN (31) warga Patutrejo, selanjutnya Satres Narkoba Purworejo langsung mengamankan RN dirumahnya Senin (16/01). RN pun dibawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangannya.

Terungkapnya perkara ini adanya informasi masyarakat, hingga menemukan saudara DS dan dari DS tersebut di dapat 65 pil warna putih berlogo Y. Dari situ didapat RN yang telah mengedarkan Pil Putih yang berlogo Y, atas keterangan DS tersebut diamankan RN.

Baca Juga :  KPK Pantau Potensi Korupsi di Pemprov DKI Jakarta 

Polres Purworejo mengimbau agar masyarakat Kabupaten Purworejo untuk tidak menggunakan Pil sapi tersebut apalagi mengedarkan, kalua mengedarkan sudah melawan hukum, jadi bisa dikenakan pidana.

Dari perkara tersebut dilakukan penyitaan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastic Clip berisi 65 Pil warna putih ada logo Y serta 1 unit HP merk XIomi 6A warna biru Kata Kasi Humas Polres Purworejo.

Terhadap saudara RN di duga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum setiap orang dengan sengaja memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi atau alat Kesehatan yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan mutu sebagai mana di maksud dalam pasal 196 Jo pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 Undang-undang RI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman selama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(Koim)

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini