Rabu, 7 Desember 2022

Solar Sudsidi Langka, Menteri ESDM Tinjau SPBU di Bengkulu

BENGKULU — Dalam rangka memantau ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Solar di Bengkulu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif turun langsung ke beberapa SPBU di wilayah Provinsi Bengkulu bersama Gubernur Rohidin Mersyah dan Forkopimda, Minggu (10/4/2022).

Menurut Arifin, faktor kelangkaan BBM di Bengkulu disebabkan oleh lonjakan permintaan secara mendadak. Dikarenakan kegiatan ekonomi kembali normal, diikuti dengan komoditas hasil perkebunan yang meningkat.

“Akibat produksi yang meningkat menyebabkan hal ini terjadi, kami memohon maaf dan ke depan akan diperbaiki sesuai masukan dari para pengendara,” terang Arifin usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa lokasi SPBU di Kota Bengkulu.

Arifin menambahkan, seharusnya bio solar diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan BBM bersubsidi. Namun fakta di lapangan masih banyak kendaraan perusahaan industri perkebunan yang ikut mengantri sehingga menyebabkan antrian panjang dan kekurangan stok.

“Kementerian akan menyurati perusahaan yang masih bandel, menggunakan BBM bersubsidi dan didorong untuk menggunakan BBM Non Subsidi. Sementara itu, masyarakat juga diharapkan dapat melaporkan apabila hal ini masih terjadi,” jelas mantan Dubes Indonesia untuk Jepang ini.

Sementara Gubernur Rohidin Mersyah menjelaskan Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini telah mengusulkan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi sebanyak 31 ribu Kilo Liter (KL). Hal ini guna memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya idul fitri.

Baca Juga :  Pemerintah dan BI Ingin Indonesia Berperan dalam Ekonomi Syariah Dunia

“2 minggu lalu, Pemprov sudah bersurat langsung ke Menteri ESDM terkait penambahan kuota BBM jenis Solar bersubsidi. Berdasarkan kuota kemarin, hanya cukup hingga bulan Oktober dan penambahan ini agar memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun,” terang Gubernur.

Lebih lanjut, di samping mengusulkan penambahan kuota BBM Pemprov juga membuat beberapa upaya agar kelangkaan solar bersubsidi tidak lagi terjadi. Diantaranya dengan pembatasan pengisian BBM, dan menetapkan beberapa titik SPBU untuk pengisian BBM jenis solar bersubsidi.

“Di lapangan masih banyak pelaku usaha pertambangan, perkebunan yang masih menggunakan BBM bersubsidi dan ini akan dikawal sehingga kuota yang ada dapat mencukupi,” ucap Gubernur Rohidin.

Kemudian, beragam tanggapan masyarakat terkait BBM solar bersubsidi yang mengalami kelangkaan beberapa waktu lalu, namun saat ini mulai berangsur normal. Salah satunya Ari (45) supir truk angkutan, yang harus menginap dan tidur di mobil guna mengantri BBM jenis Solar bersubsidi.

“Alhamdulillah saat ini, berangsur normal. Dua minggu lalu, masih sangat susah hingga harus menunggu (bermalam) di mobil menunggu solar datang. Usulan penambahan BBM dari Gubernur Rohidin merupakan langkah bagus, sehingga kami para supir truk tidak lagi terkendala untuk mencari nafkah,” seru Ari yang sudah berpuluh-puluh tahun mencari nafkah menjadi sopir truk. (WHS)

Latest news

Baca Juga :  Kenaikan BBM Penyumbang Inflasi Terbesar, TPID Kota Bogor Segera Lakukan Langkah Pengendalian

Kepala Otorita IKN Sebut Investor Ibu Kota Negara Meningkat

JAKARTA - Minat para investor untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) meningkat signifikan pascajajak pasar atau market sounding yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo...

AS Larang Impor Teknologi Komunikasi China

KABARINDO24JAM.COM - Washington melarang impor dan penjualan peralatan telekomunikasi baru dari sejumlah pabrikan terbesar China karena "risiko yang tidak dapat diterima" terhadap keamanan nasional...

Kota Bogor Tanpa Kantong Plastik Berkurang dari Ritel dan Pusat Perbelanjaan

BOGOR - PT Surveyor Indonesia dan APEKSI menggelar Program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities. Pada program ini, Kota Bogor berhasil terpilih menjadi...

Kenaikan BBM Penyumbang Inflasi Terbesar, TPID Kota Bogor Segera Lakukan Langkah Pengendalian

BOGOR - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi Daerah secara virtual, Senin (14/11/2022). Rakor ini diikuti seluruh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah...

LKPP Dorong Produk UMKM Masuk ke Dalam E-Katalog

JAKARTA -- Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi (Hendi) menegaskan, sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo, pihaknya akan terus mendorong produk...
- Advertisement -

Related news

Pastikan Rekonstruksi Dimulai, Jokowi Kembali ke Cianjur

CIANJUR - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (05/12/2022), dengan menggunakan...

Bersama Angkatan Udara, Bima Arya Kembali Salurkan Bantuan

BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya kembali menyalurkan bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Sebelumnya, Bima Arya bersama Skadron Udara 6...

Kapolres Tangsel Sarly Sollu Raih Penghargaan dari Pemkot Tangsel

TANGSEL - Kepala Kepolisian Resor Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu, menerima penghargaan atas prestasinya dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di kota Tangerang Selatan,...

Banyak Pengendara Nakal, Masyarakat Dukung Dirlantas PMJ Tilang Manual Kendaraan Bermotor

JAKARTA - Polri telah memberlakukan tilang elektronik atau Etle terhadap para pengendara. Hal ini diberlakukan setelah adanya kebijakan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pembsrlakuan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here