Kabarindo24jam.com | TOKYO – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menerima kunjungan kehormatan delegasi Japan-Australia Business Co-operation Committee (JABCC) dan Australia Japan Business Co-operation Committee (AJBCC) di Kantor Perdana Menteri Jepang, Tokyo, Selasa, 6 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung mulai pukul 16.30 waktu Jepang dan berlangsung sekitar 10 menit. Informasi itu dikonfirmasi melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Jepang dan Kantor Perdana Menteri Jepang.
Dalam pertemuan itu, Ketua JABCC Michiaki Hirose dan Presiden AJBCC Peter Grey menyerahkan Joint Statement hasil Japan-Australia Business Conference ke-63 kepada Takaichi.
Konferensi bisnis tersebut berlangsung di Makuhari, Chiba, pada 4–6 Oktober 2026 dan mempertemukan kalangan bisnis kedua negara untuk membahas perkembangan serta arah kerja sama Jepang-Australia.
Takaichi menyampaikan penghargaan atas kontribusi kedua komite dalam memperkuat hubungan ekonomi Jepang dan Australia. Ia juga menyinggung tahun 2026 sebagai momentum penting karena menandai 50 tahun penandatanganan Basic Treaty of Friendship and Co-operation antara Jepang dan Australia.
Perdana Menteri Jepang tersebut berharap kedua komite terus berkontribusi terhadap pengembangan hubungan bilateral kedua negara untuk lima dekade berikutnya.
Albanese Tidak Berada di Tokyo
Penelusuran terhadap agenda resmi pemerintah Australia menunjukkan bahwa pada periode 5–7 Oktober 2026, Anthony Albanese melakukan perjalanan ke Fiji dan Tuvalu untuk menghadiri rangkaian kegiatan Pacific Pre-COP Leaders’ Event.
Pemerintah Australia sebelumnya mengumumkan bahwa Albanese berada di Fiji dan Tuvalu pada 5–7 Oktober. Wakil Perdana Menteri Richard Marles ditunjuk sebagai pelaksana tugas perdana menteri selama Albanese berada di luar negeri.
Tidak adanya pertemuan Takaichi-Albanese pada 6 Oktober tidak berarti hubungan bilateral kedua negara mengalami penurunan. Sebaliknya, Jepang dan Australia sedang menjalankan sejumlah agenda kerja sama ekonomi dan strategis.
Pada 5 Oktober, kedua negara menandatangani memorandum of understanding untuk membentuk dialog tahunan Menteri Keuangan Jepang-Australia.
Kerangka tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi dan keamanan ekonomi, termasuk mengenai ketahanan energi, mineral kritis, investasi, serta rantai pasok. Langkah tersebut berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan Japan-Australia Joint Business Conference ke-63 di Chiba.
Australia juga tengah mempersiapkan Australia-Japan Leadership Dialogue perdana yang dijadwalkan berlangsung di Tokyo pada 8 Oktober.Forum tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan Takaichi dan Albanese pada pertemuan pemimpin kedua negara pada Mei 2026. Pertemuan Takaichi-Albanese Terakhir yang Terkonfirmasi berlangsung pada 4 Mei 2026 di Canberra, Australia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan strategis Jepang-Australia, termasuk kerja sama pertahanan dan keamanan, energi, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, serta stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
(Lo/*)







